KULONPROGO – World Post Day (WPD) 9 Oktober diperingati dengan kegiatan 1.000 pelajar SD Kulonprogo menulis surat untuk presiden. Acara kerjasama PT Standardpen Industries dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jogjakarta tersebut digelar di SD Sendangsari Pengasih kemarin (12/10).

Ide WPD muncul kali pertama pada kongres UPU (Universal Postal Union) di Ottawa Kanada pada 1957. Dipilih 9 Oktober sebagai WPD karena pada tanggal di tahun 1874 didirikan UPU. Kini terdapat lebih dari 180 unit pos negara tergabung dalam UPU.

Pelajar yang ikut kegiatan tersebut dari SD Kepek, SD Serang, SD Klegen, SD Clereng, SD Widoro, SD Muh Girinyono, SD Kedungrejo, SD Gunung Dani, dan SD Blubuk. Semuanya berlokasi di Kecamatan Pengasih Kulonprogo.

“Bangsa kita didirikan tokoh-tokoh yang gemar menulis. Soekarno, saat dipenjara kerjaannya membaca dan menulis,” kata CEO Standardpen Megusdyan Susanto kemarin.

Dijelaskan, kegiatan ini bisa menjadi tradisi bagi anak-anak menulis dengan tangan. Menulis banyak manfaatnya, selain mengasah otak juga membentuk anak lebih kreatif. Bahkan beberapa survei membuktikan aktivitas menulis bisa menghilangkan stres.

“Dengan menulis juga bisa belajar mengeluarkan pendapat secara bijak, belajar merangkai kata, melatih kesabaran, serta menambah ilmu dan wawasan,” kata Megusdyan.

Ketua PFI Jogjakarta Oka Hamid mengatakan anak-anak SD merupakan masa depan bangsa. Harapan besar dan cita-cita ada di pundak mereka. “Semangat mereka harus dipupuk sejak awal agar lebih mantap mengejar impian,” kata Oka.

Salah seorang peserta, Dian Juli Astuti, siswi kelas IV SDN Blubuk mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Dalam suratnya dia menulis “Apakah menjadi Presiden itu enak? Pak, apakah tidak capek jadi Presiden? Pak Presiden dulu sekolah di mana? Kami sekolah di SDN Blubuk. Sekolah kami terletak di pedesaan dan belum ada musala. Apakah Bapak Presiden mau datang ke sekolah kami?”
Agus Ariyanto, siswa kelas VI SDN Serang menulis “Bapak Presiden, saya ingin meminta kendhang Jaipong untuk membangun bakat saya. Setiap salat, saya berdoa semoga dibelikan kendhang Jaipong oleh orang tuaku, tapi orang tuaku tidak mampu membelikannya. ” (tom/iwa/mg2)