JOGJA- Jogjakarta memang istimewa. Bahkan, angka pengangguran masyarakatnya juga “istimewa”. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ mencatat ada 80.245 pengangguran hingga akhir 2015. Melonjak dibanding setahun sebelumnya yang “hanya” 67.418 orang. Hal itu turut memicu tingginya angka kemiskinan di DIJ mencapai 15,17 persen . Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang hanya 11 persen.

Pemprov DIJ telah berupaya menggulirkan berbagai program pengentasan kemiskinan. Namun, sampai sekarang belum ada cara ampuh yang mampu menurunkan angka kemiskinan secara drastis. Setidaknya, sama dengan rata-rata nasional.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan, Ketua Komisi D DPRD DIJ Yoserizal memiliki cara jitu. Ia membuat uji coba dengan memberikan modal usaha untuk membuat warung angkringan bagi warga di Piyungan. “Ini sebagai wujud tanggung jawab sebagai anggota DPRD. Total ada 30 angkringan untuk langkah awal,” katanya kemarin (12/10).

Angkringan merupakan warung makan kecil-kecilan. Itulah yang menjadi kekuatan usaha tersebut. “Keuntungan yang didapatkan bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.

Dikatakan, pemberian modal usaha warung angkringan merupakan hasil serapan aspirasi yang dilakukan Rumah Aspirasi Bang Yose bersama relawan. Menurutnya, ada sebagian warga yang menginginkan wirausaha potong rambut. “Kami sudah membina mereka untuk membuka barber shop. Sebentar lagi di-launching juga,” ungkapnya.

Yose menegaskan, bantuan tak hanya berhenti sebatas modal usaha. Ada kelanjutannya. “Kami lakukan pendampingan melalui koperasi. Jadi setiap hari nanti dipantau sejauh mana perkembangannya,” ujarnya.

Jika hasil uji coba kali ini mampu memberdayakan masyarakat, kata Joserizal, dia akan mengusulkannya menjadi program Pemprov DIJ. Sebab, dia menilai berbagai program yang digulirkan pemprov selama ini seolah mubazir. “Ini yang akan kami sampaikan agar eksekutif juga ada program riil langsung di masyarakat,” tandasnya.

Sekretaris Camat Piyungan Setyaki mengapreasi anggota lesgilatif yang mau memberi contoh konkret dalam upaya mengurangi angka pengangguran. Lebih dari itu, wirausaha.

juga mampu menekan kegiatan negatif lain. Menurutnya, orang yang tidak bekerja lebih rentan untuk berbuat negatif seperti mencuri dan lainnya. “Setidaknya orang yang bekerja punya penghasilan tidak perlu mencuri,” katanya.(eri/yog/mg1)