Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja DIJ, Nur Asnawi Azis dan Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung ketika mengisi acara sosialisasi UU Lalu Lintas dan Tata Cara Pengurusan Santunan kecalakaan PT Jasa Raharja di SMK Piri II, Ngaglik, Sleman, Kamis (13/10). (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
JOGJA – PT Jasa Raharja berkomitmen terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan layanan yang dimaksud adalah terkait pencairan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka. Harapannya, santunan kecelakaan tersebut dapat meringankan beban korban dan keluarga korban.

“Jika ada kejadian kecelakaan, secepatnya kami akan langsung turun ke lapangan. Jika korbannya ada yang meninggal dunia, kami akan langsung mendatangi rumah korban untuk mengumpulkan berkas supaya santunan dapat segera dicairkan. Kami upayakan, hari itu juga santunan dicairkan,” kata Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja DIJ, Nur Asnawi Azis didampingi Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung pada acara sosialisasi UU Lalu Lintas dan Tata Cara Pengurusan Santunan kecalakaan PT Jasa Raharja di SMK Piri II, Ngaglik, Sleman, Kamis (13/10).

Hadir pula sebagai pemateri Kasi Dikmas Subdit Dikyasa Ditlantas Polda DIJ Kompol FX Sukidjo. Dalam kesempatan itu, PT Jasa Raharja juga memberikan doorprize berupa jas hujan kepada siswa.

Karena itu, Azis mengimbau kepada masyarakat supaya segera melapor ke kantor polisi terdekat dan PT Jasa Raharja ketika mengetahui ada kecelakaan lalu lintas. Selain itu, korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit tak perlu membayar perawatan maksimal sampai dengan Rp 10 juta untuk kecelakaan darat dan laut dan maksimal Rp 25 juta untuk korban kecelaakaan angkutan udara.

“Nanti, rumah sakit yang akan menagihkan ke PT Jasa Raharja. Tapi, saat terjadi kecelakaan tolong segera melapor ke polisi atau PT Jasa Raharja,” tambah Azis.

Azis menjelaskan, kecepatan dan ketepatan pencairan santunan oleh PT Jasa Raharja merupakan bentuk tanggungjawab sekaligus keprihatian atas musibah yang dialami korban. Apalagi, PT Jasa Raharja merupakan perusahaan milik negara dibawah Kementerian BUMN. “Jadi, pemberian santunan kepada korban kecelakaan merupakan bagian dari kepedulian pemerintah,” terang Azis.

Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung menambahkan, tugas pokok dan fungsi PT Jasa Raharja diatur dalam UU Nomor 33 Tahun 1964 dan UU Nomor 34 Tahun 1964. Selain menyantuni korban kecelakaan, PT Jasa Raharja mengumpulkan premi dari para pemilik kendaraan bermotor. Penarikan premi itu bersamaan dengan pembayaran pajak tahunan kendaraan yang dilakukan di kantor Samsat.

“PT Jasa Raharja juga ditugasi untuk menjalankan kegiatan sokial melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL),” papar Wahyu. (ama/hes)