SLEMAN– Pengurus Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) 2016-2020 telah resmi dilantik. Meski diangkat dengan keputusan bupati, BPPS dipastikan akan bekerja tanpa suntikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di awal masa kerjanya.

“Ketiadaan dana dari APBD hingga akhir tahun anggaran justru menjadi tantangan bagi organisasi untuk menggandeng pihak ketiga yang peduli pada akselerasi pembangunan pariwisata Sleman,” ujar Ketua BPPS Guntur Eka Prasetya kemarin (12/10).

Tahun anggaran (TA) 2016 tinggal tiga bulan lagi berakhir. Untuk mengisi triwulan terakhir Oktober-Desember ini BPPS telah merancang dua agenda besar. Yakni, lomba jamu gendong dengan target masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) dan lomba dengan materi dasar buah salak. “Ini kegiatan mandiri BPPS yang membuka kesempatan sinergi dengan pihak lain dalam rangka promosi pariwisata Sleman,” lanjut Guntur.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Endah Sri Widiastuti membenarkan BPPS periode 2016-2020 tidak mendapatkan dana APBD. Jika mendapatkan bantuan merupakan hibah. “Hibah itu sifatnya tidak boleh setiap tahun. Jadi harus ada jeda waktu karena tidak boleh berturut-turut,” jelas mantan Kabag Humas Setda Sleman ini.

Di sisi lain, telah dilakukan serah terima kepengurusan BPPS dari periode 2011-2015 kepada pengurus baru periode 2016-2020. Dokumen serah terima diteken Jono Lesmono mewakili pengurus periode sebelumnya dan Guntur Eka Prasetya sebagai ketua BPPS yang baru. Serah terima dokumen berlangsung di ruang Golong Gilig Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman pada Selasa (11/10).

Dalam kesempatan itu, Jono menyambut gembira keberlanjutan kepengurusan BPPS yang telah dikenal khalayak pariwisata. Sebagai mitra Pemkab Sleman, Jono ingin BPPS ke depan mampu merespons isu promosi yang lebih kekinian. “Karena itu perlu perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek,” harapnya. (kus/yog/mg2)