GUNUNGKIDUL – Penanganan kasus dugaan pencabulan seorang oknum guru SD di Ponjong terhadap anak didiknya memasuki babak baru. Sempat dikabarkan berakhir damai, ternyata kabar tersebut dibantah kepolisian dengan menetapkan guru berinisial S itu sebagai tersangka.

Kapolsek Ponjong Kompol Saman mengatakan, penetapan S sebagai tersangka setelah melalui pemeriksaan maraton. Dua hari lalu, S ditetapkan sebagai pelaku tunggal atas dugaan pencabulan terhadap anak didik berinisial B.

“Selasa kemarin resmi ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka S juga mengakui perbuatannya,” kata Saman kemarin.

Mengenai kabar kasus tersebut berakhir damai, Saman membantahnya. Sebagai bukti, pihaknya akan kembali memanggil tersangka untuk dimintai keterangan. Kepolisian juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Akan kami panggil kembali, memang tersangka tidak ditahan karena ada yang menjamin dia tidak melarikan diri,” kata Saman.

Tersangka S dijerat Pasal 82 ayat (2) UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Aancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara untuk korban sudah melakukan aktivitas sekolah. Polisi akan melakukan pendampingan terhadap korban agar tidak trauma.

Manager Divisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi Rifka Annisa Women Crisis Center M. Thontowi siap melakukan pendampingan. Perkara asusila dengan korban anak harus diusut tuntas sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku.

“Harus mendapatkan atensi semua pihak, baik kepolisian, pemkab dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,” kata Thontowi.

Menurut dia, kasus ini jangan dianggap sepele apalagi korbannya anak-anak. Thontowi mendesak pemkab melakukan supervisi kasus itu, karena sudah masuk kategori darurat kekerasan seksual. “Harus ada tindakan nyata dari pemerintah,” tegasnya.

Kasus tersebut dilaporkan sekitar seminggu lalu. Berawal dari pengakuan korban terhadap orang tuanya atas kasus yang dialami. Ketika siswi kelas VI tersebut tengah menyapu ruang guru bersama dua temannya.

Korban lalu diminta masuk ke ruangan oleh tersangka kemudian dicabuli. Tersangka juga melarang korban bercerita kepada orang lain. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi. (gun/iwa/mg2)