JOGJA – Asupan gizi yang tak seimbang dengan beban kerja ternyata bisa memicu kadar gula tinggi bagi seseorang. Hal itulah yang kerap mengintai para pengayuh becak di wilayah DIJ. Merekalah yang menjadi objek sasaran bakti sosial RS Bhayangkara bertema “Polisi Jogja Peduli” di Kawasan Parkir Abu Bakar Ali, Kota Jogja kemarin (12/10). Tak kurang 150 penarik becak yang biasa mangkal di Jalan Malioboro memanfaatkan momentum tersebut. Hasilnya, sebagian dari mereka memang terdeteksi mengidap gejala diabetes melitus.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kompol dr Theresia menjelaskan, salah satu gejala diabetes militus berupa rasa mudah capek. Menurutnya, rasa capek itulah yang sering menutup penyakit lain, termasuk kencing manis maupun darah tinggi. Hal itulah yang banyak dikeluhkan para pengayuh becak.

“Ketika banyak energi yang terbuang, tubuh membutuhkan asupan gizi makanan yang cukup. Namun para penarik becak kadang makan tanpa mempedulikan gizi,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, RS Bhayangkara bermaksud mengedukasi para penarik becak akan pentingnya hidup sehat dengan makan makanan bergizi. Karena itu, selain memperoleh pengobatan gratis mereka diberi obat dan vitamin.

Kapolda DIJ Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat yang berkesempatan mengecek langsung kegiatan tersebut cukup apresiatif. “Ini kegiatan sosial yang saya banggakan. Apalagi ini bagian dari polisi itu harus memasyarakat, pelindung, dan pengayom,” ujarnya. (bhn/yog/mg1)