JOGJA – Semua persyaratan administrasi dua pasangan bakan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja sudah terpenuhi. Selanjutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja tinggal menetapkan dua bakal paslon yang mendaftar, Haryadi Suyuti – Heroe Poerwadi dan Imam Priyono-Achmad Fadli sebagai peserta Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017 melalui rapat pleno.

Ketua KPU Wawan Budianto mengatakan, dua paslon tersebut telah memenuhi semua syarat kelengkapan administrasi pencalonan. Itu setelah KPU melakukan verifikasi data secara komplit. Termasuk kekurangan syarat yang harus dipenuhi hingga 4 Oktober juga sudah beres. “Secara administrasi semua syarat pencalonan sudah terpenuhi,” ujarnya di sela penyerahan hasil verifikasi bakal paslon di kantor KPU Kota Jogja kemarin (12/10).

Meski semua persyaratan dinyatakan lengkap, Haryadi dan Imam harus sudah menyerahkan surat cuti ke KPU sehari sebelum dimulainya masa kampanye pada 28 Oktober.

Konsekuensinya, dua calon petahana tersebut dilarang menggunakan fasilitas yang selama ini melekat pada jabatan mereka. Itu karena cuti kampanye termasuk cuti di luar tanggungan negara. “Sudah ada larangan tegas menggunakan fasilitas negara untuk kampanye,” jelasnya.

Sedangkan bagi Fadli, yang kini masih berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Jogja juga wajib menyerahkan surat pengunduran diri maksimal lima hari sejak ditetapkan sebagai peserta pilwali. Dia juga harus menyerahkan surat keputusan penetapan pemberhentian sebagai PNS maksimal 60 hari sejak ditetapkan.

Sementara DPRD Kota Jogja sudah mulai memproses akhir masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja. Meski sesuai ketentuan masa tersebut baru akan berakhir pada 20 Desember 2016. Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna kemarin. Suratnya kemudian akan diproses di Pemprov DIJ dan Kementerian Dalam Negeri.

Terpisah, Haryadi Suyuti menyatakan siap mengikuti semua persyaratan dan konsekuensi sebagai peserta pilwali. Termasuk cuti selama masa kampanye dan larangan penggunaan fasilitas negara. Baik rumah maupun kendaraan dinas. “Tidak masalah, wong saya punya rumah dan mobil sendiri,” ujarnya. Demikian pula Imam Priyono, Wakil Wali Kota Jogja periode 2011-2016 ini pun siap menjalani seluruh aturan main yang ditentukan oleh KPU. (pra/yog/mg1)