MUNGKID – Sejumlah pihak menggelar rapat untuk menentukan besaran upah minimum kabupaten (UMK) 2017 Kabupaten Magelang. Penentuan UMK ini dibahas bersama antara perwakilan buruh, Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Pemkab. Apindo menyebut, besaran UMK yang diusulkan sebesar Rp 1.560.000.

“Usulan UMK didasarkan pada ketentuan dalam PP Nomor 78 Tahun 2015,” kata Sekretaris Eksekutif DPC Apindo Kabupaten Magelang Nus Sunarto kemarin (12/10).

Usulan besaran UMK 2017 Kabupaten Magelang Rp 1.560.000 naik Rp 150.000 dibanding UMK tahun 2016 ini. Atau mengalami peningkatan setara 10,63 persen dibanding UMK 2016 Rp 1.410.000.

Setelah disepakati, angka UMK akan diusulkan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. “Usulan ini didasarkan kesepakatan rapat koordinasi Dewan Pengupahan Sabtu (8/10) lalu,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Nakersostrans) Kabupaten Magelang Endot Sudiyanto mengatakan, usulan UMK 2017 sudah dilaporkan kepada bupati. Setelah itu, tahapan berikutnya sementara ini hanya menunggu. “Akan direvisi atau disetujui, hal itu merupakan wewenang beliau (bupati),” katanya.

Sementara itu, perwakilan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) belum bersedia komentar panjang lebar. Ketua DPC SPN Kabupaten Magelang Suparno mengaku belum bisa memberi tanggapan panjang soal ini.

Mengenai kesepakatan yang dicapai dalam rakor Dewan Pengupahan, menurutnya, itu masih belum final. “Proses musyawarah belum selesai. Apa yang menjadi keputusan dalam rapat itu adalah sepakat untuk tidak sepakat,” tandasnya. (ady/laz/mg2)