Atlet-atlet dari Jateng mampu menggondol dua medali dalam PON XIX di Jawa Barat belum lama ini. Cabang olahraga arung jeram kategori Down River Race R6 Putri mendapat medali emas, sedangkan Sprint R6 Putri mendapat perak. Aprilia Dwining Tyas merupakan salah satu atlet dari Kota Magelang yang ikut berkontribusi mendapatkan medali itu.

ADI DAYA PERDANA, Magelang

Ia mengaku bangga dapat ikut menyumbangkan medali untuk Provinsi Jateng. Dalam PON XIX itu ia bergabung dengan tim Jateng yang terdiri atas beberapa daerah. Atlet dari Kota Magelang ada dua, sementara dua atlet lain asal Wonosobo, satu atlet asal Kabupaten Magelang dan satu atlet dari Temanggung.

“Sebelum berangkat ke arena PON, saya latihan selama satu bulan (TC) di Banjarnegara. Hasilnya mendapatkan medali emas dan perak,” kata dara kelahiran 8 April 1997 itu kepada Radar Jogja kemarin (11/10).

Ia tidak menduga sebelumnya dalam PON ini akan mendapatkan medali emas dan perak. Saat pertandingan, ia selalu fokus pada jalur pertandingan. Selain itu juga komunikasi dengan teman.

Alhamdulillah dalam PON itu kami dari Tim Jateng berhasil mengalahkan tuan rumah (Jabar) yang merupakan juara dunia dalam World Rafting Championship 2015,” jelasnya.

Warga Dusun Kauman, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, ini mengatakan, meski sudah mendapat medali emas dan perak namun tidak menyurutkan niat untuk berhenti berlatih. Ia tetap aman berlatih untuk mengikuti perlombaan-perlombaan arung jeram lainnya. “Masih banyak perlombaan yang akan saya ikuti ke depan,” katanya.

Namun saat ini ia tengah fokus meneruskan aktivitas kuliah lebih dahulu. Kini waktunya mengejar pelajaran yang kemarin sempat tertinggal ketika mengikuti PON.

Mahasiswi semester I D3 Akutansi, Fakultas Ekonomi, Untidar Magelang, ini tidak hanya saat PON Jabar mendapatkan medali. Sebelumnya ia juga mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga wilayah Kedu, Pekalongan dan Banyumas (Dulongmas). Waktu itu ia juga mampu meraih medali. “Ini medali kedua yang saya peroleh dari kejuaraan arung jeram,” tuturnya.

Saat Dulongmas, ia bergabung dengan tim Arung Jeram Kota Magelang. Waktu itu ia mempersiapkan perlombaan selama tiga bulan. Adapun untuk menghadapi Kejurda Arung Jeram, persiapan latihan hanya dua hari. Dalam Kejurda itu, ia terpilih menjadi salah satu atlet untuk memperkuat Tim Arung Jeram PON Jawa Tengah dan mengikuti pemusatan latihan di Sungai Serayu, Banjarnegara, selama sebulan. “Saat di PON Jabar saya dapat bagian (posisi) depan sebelah kanan,” katanya.

Sementara Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Magelang Imam Syafii tidak pernah menduga atlet dari Magelang mampu ikut menyumbangkan medali emas. Ini merupakan kebanggan bagi daerah Magelang. FAJI awalnya menargetkan masuk peringkat lima besar saja. “Hasil medali emas di luar dugaan dan suprise,” ujarnya.

Setelah mendapatkan medali emas, atlet ini dikabarkan akan mendapatkan penghargaan. KONI Kota Magelang dan KONI Provinsi Jateng akan memberikan apresiasi terhadap atlet yang berprestasi. Namun untuk jumlah penghargaan yang akan diberikan belum mengetahui pasti. “Kalau soal besarnya nominal bonus, kami belum mengetahuinya,” katanya.

Ketua Pengprov FAJI Jateng Bambang Siswoko berharap atlet berprestasi ini mendapatkan penghargaan. Berbeda dengan cabang olahraga lain, arung jeram merupakan cabang eksebisi. Adapun untuk cabang olahraga lainnya masih dalam perhitungan bonus. “Kemarin kami sudah mengirimkan surat ke KONI Jateng, tembusan Dinpora Jateng,” katanya. (laz/mg2)