Seorang pelanggan saat mengecek saluran pipa PDAM di rumahnya. (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
SLEMAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunung Merapi dan sekitarnya yang terjadi Selasa siang (11/10) kemarin berimbas padaa pasokan air bersih di sejumlah kecamatan Sleman. Sebab, hujan deras tersebut membuat pipa saluran utama aliran PDAM yang bersumber dari mata air di wilayah lereng Gunung Merapi rusak. Diperkirakan, pipa yang rusak karena diterjang lahan dingin mencapai sepanjang 24 meter.

“Pipa saluran utama dari sumber mata air di Merapi mengalami kerusakan sepanjang 24 meter,” kata Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata kepada Radar Jogja Online, Rabu (12/10).

Akibat kerusakan tersebut, pipa saluran ke sejumlah pelanggan air bersih PDAM di sebagian wilayah Sleman terganggu. Setidaknya, ada sebanyak 9.000 pelanggan yang aliran air bersihnya terputus. Untuk mengatasi hal tersebut, Dwi mengaku sudah menerjunkan tim untuk memperbaiki pipa saluran utama yang rusak. Perbaikan tersebut segera dilakukan Selasa (11/10) siang kemarin dan diperkirakan pada Rabu malam (12/10) saluran air ke pelanggan sudah kembali normal.

“Kami mohon maaf atas peristiwa ini. Putusanya pipa saluran utama diluar dugaan kami,” tambah Dwi.

Seorang pelanggan PDAM di Dusun Tanjungsari, Ngaglik, Sleman, Suyati menuturkan, sejak Selasa (11/10) sore aliran air PDAM terputus. Akibatnya, ia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan cepat seperti memasak, mencuci, dan mandi. “Untungnya ada tetangga yang punya sumur buatan sendiri. Kalau tidak ada sumur buatan, ya kami tidak bisa memasak, mencuci, dan mandiri,” jelas Suyati.

Suyadi mengaku tidak mengetahui mengapa saluran PDAM terputus. Padahal, beberapa minggu terakhir hujan deras sehingga tidak mungkin pasokan air menipis. “Kalau masalahnya pipanya yang rusak, mohon segera diperbaiki supaya pekeraan ibu rumah tangga dan tidak terganggu, kami pun bias mandi,” pinta Suyati. (ama/dem)