KULONPROGO-Bus Prayogo dengan nomor polisi AB 7115 JN terguling di jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Desa Demen, Kecamatan Temon, kemarin (12/10). Belas penumpang luka-luka dan satu korban Yohanis Abwar Koisine, 21, warga Kebumen, Jawa Tengah tewas seketika di lokasi kejadian tergencet badan bus. Diduga kuat, kecelakaan itu dipicu aksi ugal-ugalan supir bus.

Salah seorang penumpang Puryono, 50, mengungkapkan, selepas dari Terminal Bus Wates, bus nahas yang ditumpanginya sempat dikejar bus Antar Jaya dari belakang. Hingga sampai di simpang tiga Dalangan, bus Antar Jaya berhasil mendahului bus Prayogo. Bus Antar Jaya sempat berhenti menaikkan penumpang di Toyan, yang kemudian didahului bus Prayogo.

Aksi ugal-ugalan sopir bus dengan aksi kejar-kejaran itu terus berlangsung hingga pertigaan Siluwok. Puncaknya, selepas lampu merah Siluwok, bus Antar Jaya terus memepet Prayogo yang ada di depannya, hingga akhirnya tidak hanya berhasil mendahului, tetapi juga menyenggol bagian depan dekat sopir bus Prayogo.

Bus Prayogo oleng ke kiri kehabisan median jalan. Pengemudi yang tidak bisa mengendalikan laju kendaraanya berusaha menghidari tabrakan dengan kedaraan dari arah berlawanan dengan cara membanting setir ke kanan dan akhirnya terguling, melintang di tengah jalan.

“Yang meninggal dunia itu persis duduk di sebelah saya, dia terpental jatuh dan tertindih bodi bus,” ucap jelas pria yang hendak ke Kredetan Purworejo, untuk mencari kroto (telur semut rang-rang itu).

Dalam posisi bus yang terguling, lanjutnya, dia berusaha keluar dari dalam bus melalui kaca bus yang pecah. Warga yang datang ikut membantu mengevakuasi para korban luka. Ada 15 penumpang di dalam bus Prayogo mengalami luka memar dan robek. “Saya sebetulnya tidak apa-apa, tapi karena terpental kepala terbentur, ya tadi sudah dijahit,” lanjutnya.

Penumpang lain Pinggir, mengamini, sedikitnya dua kali saling salip. Hingga akhirnya kecelakaan itu terjadi, ia mangku bersyukur karena ia dan cucunya yang duduk di bangku tengah tidak mengalami luka yang serius. “Tidak tahu kenapa tiba-tiba bus Antar Jaya itu mengejar dari belakang dan jalannya ngawur oleng ke kiri dan ke kanan, saya sempat teriak saat bus ini terguling,” ujarnya.

Kondektur bus Prayogo, Sutrisno menjelaskan, bus Prayogo justru sudah berangkat lebih awal dari Terminal Giwangan, Jika jam berangkatnya seharusnya pukul 06.41, namun pukul 06.30 sudah keluar terminal. Sedangkan bus Antar Jaya yang harusnya keluar dari Terminal Giwangan, pada pukul 06.45.

“Kita justru sudah maju sebelas menit, tetapi Antar Jaya yang justru berangkat di jam saya 06.41. Saat kejadian bus melaju dengan kecepatan kurang lebih 60 km/jam,” jelasnya

Menurutnya, saat dilokasi kejadian bus ntar jaya tidak hanya menyalip tetapi juga seperti menggunting, hal itu yang menyebabkan pengemudi bus Prayogo kehabisan jalan. “Begitu terguling, kondektur Antar Jaya langsung saya telpon dan saya minta berhenti,” ujarnya.

Kanit Laka Lantas Polres Kulonprogo Ipda M Toha menyatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi dan korban sudah dimintai keterangan. Kronologis kejadian bermula ketika bus Antar Jaya AD 1694 DF dan bus Prayogo AB 715 JN sama-sama melaju dari arah timur.

Keduanya saling kejar dan diduga saling berebut penumpang. Akhirnya keduanya bersenggolan, bus Prayogo oleng dan terguling melintang di jalan. Proses tergulingnya bus Prayogo yang begitu cepat, sempat membuat mobil Chevrolet AB 1562 MC yang melaju dari arah berlawanan kehilangan jarak aman dan menyenggol bodi bus Prayogo yang sudah terguling.

“Ya, ada satu korban yang meninggal di lokasi kejadian, bus mengangkut 15 penumpang. Kita masih akan terus melakukan penyelidikan,” katanya.

Sebagian korban yang mengalami luka-luka sempat dilarikan ke RS Rizki Amalia di Jl Wates-Purjo, Km 10 Kalidengen, Temon. Adapun korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Wates Kulonprogo. Proses evakuasi bus Prayogo berlangsung cukup lama, karena posisinya melintas di tengah jalan. Petugas kepolisan terpaksa memberlakukan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan. Sebagian kendaraan dari arah barat juga dialihkan melalui simpang tiga Demen, Kedundang dan tembus di Toyan. (tom/ong)