PURWOREJO – Gedung Sentra Pemuda Cokronegoro di Desa Dlangu, Kecamatan Butuh, yang belum diserahterimakan ke pemkab, menjadi sorotan khusus Bupati Agus Bastian. Tanpa ada status yang jelas, menjadikan kawasan itu kurang mendapat perhatian.

Pantuan Radar Jogja yang turut dalam inspeksi mendadak kemarin (11/10), tampak kondisinya cukup mengenaskan. Cat bangunan yang terdiri atas beberapa lokal terlihat kusam. Ilalang tumbuh di samping dan belakang gedung utama. Keberadaan bangunan pendukung di bagian belakang juga tidak terawat, dan rumputnya setinggi lutut orang dewasa.

Beralih ke bagian dalam, bangunan tanpa penutup plafon menjadikan susunan besi di atasnya terlihat penuh. Dinding juga dihinggapi rumah laba-laba serta instalasi listrik yang dibiarkan membahayakan. Tumpukan sampah berada di dekat pintu yang ada.

Melihat kondisi itu, bupati tidak bisa menyembunyikan kegeramannya. Ia mita permasalahan yang ada segera diselesaikan agar bisa digunakan. “Apa bangunan ini sudah dipakai,” tanya bupati kepada Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Muh Wuryanto
yang menyambut kedatangannya.

Jawaban Wuryanto tampaknya tidak berkenan bagi bupati. Tak lama kemudian ia mengelilingi kompleks gedung secara detail.

Disinggung wartawan soal penyerahan bangunan dalam kondisi itu, bupati meminta Ketua Komisi B Dion Agasi Setiabudi yang turut hadir dalam rombongan untuk menjawab. Dion mengatakan jika sebelum dilakukan serah terima, pihaknya harus mempelajari semuanya, apakah sudah seusai peruntukan dan rencana awal atau tidak.

“Tidak begitu saja kami menerima bangunan ini. Ada prosedurnya, semua sudah sesuai belum,” ujar Dion. Dikatakan, jika serah terima dipaksakan diterima bisa mengimbas
kepada pemkab maupun DPRD. Sehingga pihaknya memilih berhati-hati untuk menyikapi hal itu.

Sebelumnya, bupati yang melakukan sidak bersama Dion, Sugeng Santoso dan Bambang Iriyanto dari DPRD Purworejo dan sejumlah pejabat SKPD terkait mendatangi lokasi relokasi bencana longsor di Desa Pacekelan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, pembangunan bronjong penahan air di Sungai Kebangsan Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, pembuatan drainase air di Jalan Jenderal Sudirman dan Tentara Pelajar, serta pembangunan jembatan Kali Anyar dan rusunawa di Kecamatan Kutoarjo.

Dari Sentra Pemuda Butuh, rombongan mendatangi pembangunan jembatan Loning dan tergerusnya talud jembatan desa di Kecamatan Kemiri.

Saat berada di Rusunawa Kutoarjo yang hingga kini belum berpenghuni, bupati meminta Dinas Pekerjaan Umum melakukan sejumlah perbaikan dan melengkapi infrastruktur yang diperlukan. “Segera diisi saja, katanya sudah ada yang mendaftar. Tapi beberapa kebutuhan pendukung harus
segera dilengkapi,” kata Agus Bastian. (udi/laz/mg2)