BANTUL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) road show di sejumlah daerah di DIJ kemarin (10/10). Dari Bantul, Sleman, hingga Gunungkidul. Di Bantul, Jokowi mendatangi Kampung KB di Dusun Jasem, Srimulyo, Piyungan.

Ikut dalam rombongan presiden, ibu negara Hj Iriana Jokowi, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty. Juga tampak dalam rombongan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dan Bupati Bantul Suharsono.

Presiden menaruh perhatian terhadap perkembangan Kampung KB di Dusun Jasem. Sebab, persaingan antarnegara dewasa ini kian sengit. Nah, Indonesia bakal tetap dapat bersaing di kancah internasional andai sumber daya manusia (SDM) direncanakan sejak awal. SDM unggulan ini dapat lahir melalui program KB. “Kalau ingin negara dan bangsa maju, harus dimulai dari keluarga,” tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, ada beberapa keunggulan dalam program KB. Di antaranya, keluarga dapat mempunyai perencanaan matang. Termasuk perencanaan terkait jumlah anak. Sekaligus cara treatment-nya sejak dalam kandungan.

“Mau punya anak satu atau dua silakan. Yang penting direncanakan dengan baik,” pesannya.

Dengan perencanaan sejak dini, Jokowi berharap seluruh anak Indonesia ke depan dapat mengenyam pendidikan tinggi. Tak boleh ada siswa yang putus sekolah. Dia mengingatkan, tidak boleh ada anak Indonesia yang mengenyam pendidikan hingga SMP. Apalagi hanya sampai SD. Sebab, dengan pendidikan SDM Indonesia bakal mampu berbicara banyak di level global.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menyebut ada 404 kampung KB di Indonesia. Ratusan kampung KB ini dicanangkan pada Februari lalu. Dari jumlah itu, 342 di antaranya telah melaksanakan berbagai kegiatan sinergis.

Menurut Chandra, Dusun Jasem sengaja dipilih sebagai salah satu kampung KB di DIJ. Pertimbangannya, wilayah yang memiliki empat RT ini berada di daerah terpencil, sekaligus rawan longsor. Selain itu, sebagian besar penduduk di dusun ini masuk dalam kategori keluarga pra sejahtera dan sejahtera satu.

Dengan masuknya Dusun Jasem sebagai Kampung KB, Chandra melihat ada banyak perkembangan. Yang paling kentara adalah koordinasi lintas sektoral. Menyukseskan program kampung KB. “Pelayanan KB-nya juga ada peningkatan,” jelasnya.

Lurah Srimulyo, Piyungan Wajiran menambahkan, semula peserta KB di Dusun Jasem hanya 60 kepala keluarga. Kini, jumlahnya meningkat menjadi 73 KK. Kendati begitu, menurut Wajiran, capaian ini masih belum maksimal. “Masih sedang. Sebab, ada 154 KK di Jasem,” sebutnya.

Sementara di Sleman, Jokowi mengunjungi Desa Potrowangsan, Sidorarum, Godean. Meski cuaca tidak bersahabat, namun warga terlihat sabar menanti Jokowi meninjau program pembuatan drainase.

Mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam, Jokowi langsung memimpin rombongan. Dia menyempatkan berbicara dengan beberapa warga. Bahkan Jokowi juga menyapa para siswa yang telah menunggu cukup lama. “Jangan lupa belajar, yang rajin sekolahnya. Semoga bisa mewujudkan cita-cita yang diinginkan,” pesan Jokowi sambil membagi buku.

Jokowi lalu melihat pembuatan drainase. Pembuatan drainase merupakan implementasi penggunaan dana desa. Drainase sepanjang 200 meter ini nantinya untuk mengalihkan air agar tidak menjadi genangan.

Kepala Desa Sidoarum Ganefo Sugiartono mengungkapkan, program dana desa dapat langsung diimplementasikan untuk pembangunan. Selain untuk drainase, juga bisa memaksimalkan potensi lainnya. (zam/dwi/ila/ong)