KULONPROGO – Berbeda dari tahun sebelumnya. Peringatan Hari Jadi Ke-65 Kulonprogo tahun ini akan digelar lebih meriah. Melibatkan seluruh elemen masyarakat. Berbagai kegiatan akan dihelat.

Asisten Sekda Kulonprogo Bidang Pemerintahan dan Kesra Arif Sudarmanto mengungkapkan Hari Jadi Kulonprogo jatuh 15 Oktober. ‘’Kami akan melibatkan semua komponen masyarakat. Termasuk sekolah-sekolah dan pelaku usaha,” kata Arif.

Dulu hanya PNS dan perangkat desa yang dilibatkan. ‘’Tahun ini kami melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk mengikuti upacara berpakaian adat Jawa,” kata Arif kemarin.

Keikutsertaan elemen masyarakat dituangkan dalam Surat Instruksi Bupati 1/2016 tentang Peran Serta Aparat, Pemerintah Desa, Pengusaha, dan Masyarakat dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo.

“Tidak hanya surat edaran (SE) Bupati, tetapi surat instruksi bupati. Tujuannya tentu agar semua masyarakat lebih merasakan nuansa hari jadi Kulonprogo,” kata Arif.

Kabag Administrasi dan Pemerintahan Umum Setda Kulonprogo Heriyanto mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas gaung peringatan hari jadi. Sehingga tidak hanya fokus di Wates saja.

Pasar tradisional sebagai pusat kegiatan juga akan diberi peran penting. Seluruh pasar tradisional di Kulonprogo diwajibkan melaksanakan upacara hari jadi dengan berpakaian adat Jawa Gagrag Jogjakarta.

“Sebelum jam 09.00 di pasar tradisional dilarang melakukan aktivitas jual-beli. Aktivitas dibolehkan setelah jam 9.00 untuk kepentingan upacara,” kata Heriyanto.

Malam digelar di Gedung Kaca Kompleks Pemkab bagi SKPD, dan di Pasar Wates untuk masyarakat. Semua jajaran mulai tingkat desa, pedukuhan, RT, RW juga wajib melakukan tirakatan malam tanggal 15 Oktober.

Semua diminta melakukan kegiatan peringatan hari jadi terutama tanggal 12-18 Oktober seperti memasang umbul-umbul. Malam tanggal 16 Oktober juga akan digelar Kulonprogo Bersholawat mendatangkan Habib Luthfi Bin Yahya dari Pekalongan di Alun-Alun Wates.

Pada 16 Oktober juga akan digelar kirab Festival Budaya Menoreh, Tour Bedah Menoreh, gelar Jemparingan dan Pentas Kesenian. Selain itu juga digelar lari Color Run yang diselenggarakan BPD DIJ yang diikuti 3.000 peserta.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Untung Waluyo mengatakan pawai Festival Budaya Menoreh diikuti kabupaten/kota se-DIJ dan kabupaten-kabupaten perbatasan mulai Wonogiri, Klaten, Solo, Boyolali, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, bahkan dari Bali dan Banten.

“Ada 20 kabupaten/kota yang akan ikut bergabung menampilkan unggulan kesenian daerah masing-masing,” kata Untung. (tom/iwa/mg2)