JOGJA – Keseruan Junio JRBL Jogja Series 2016 makin lengkap dengan kehadiran suporter. Tingkah laku mereka dibuat unik berbeda dengan suporter SMP lain.

Termasuk yang dilakukan suporter SMPN 6 Jogja (Zhedoz). Pada hari ketiga kemarin, sebagian dari suporter Zhedoz mengenakan jas hujan warna biru dan merah untuk mendukung tim mereka bermain.

Koordinator suporter Zhedoz Yustasya Khairunisa mengatakan konsep jas hujan tersebut ide dari teman-temannya. Ingin menampilkan seragam dan koreografi berbeda dari SMP lain.

“Konsep menggunakan jas hujan ini kan belum ada sebelumnya. Jadi kami angkat sebagai keunikan suporter SMPN 6 Jogja,” kata Yustasya.

Suporter Zhedoz berlatih selama dua minggu untuk menyuguhkan yel-yel tersebut. Walaupun kalah dalam penyisihan ke big eight, mereka berharap bisa memenangkan Supporter Competition.

Sedangkan suporter SMP Pangudi Luhur tidak menyiapkan kostum atau seragam khusus. Koordinator suporter Ferdhian Era mengatakan ingin meramaikan GOR UNY dengan yel-yel tanpa mengejek sekolah lain.

Mereka membawa alat musik untuk mendukung timnya bermain. Berkat dukungan tanpa henti, SMP Pangudi Luhur maju ke big eight.

Ferdhian akan mengajak kembali warga SMP Pangudi Luhur untuk mendukung pada pertandingan selanjutnya. Dia sudah menyiapkan koreografi yang berbeda dari sebelumnya.

“Kami tidak akan patah semangat terus memberi dukungan kepada tim basket kami,” kata Ferdhian. (cr1/iwa/mg2)