GUNUNGKIDUL – Upaya pencairan terhadap pemandu wisata Gua Pindul, Bejiharjo, Karangmojo membuahkan hasil. Tim evakuasi berhasil mengangkat jasad Giyo, 55, ke permukaan, kemarin (10/10).

Koordinator Tim Penyelam SAR DIJ Zaki Kurniawan mengatakan, proses evakuasi berjalan lama lantaran mengalami sejumlah kendala, salah satunya faktor cuaca. Selain itu, kondisi kedalaman sungai turut mempersulit regu penyelamat untuk bergerak cepat.

“Korban ditemukan berada di dalam lorong sungai bawah tanah,” kata Zaki.

Dia menjelaskan, jasad Giyo ditemukan sekitar pukul 14.13. Jasad korban lantas dibawa ke RSUD Wonosari untuk dilakukan otopsi. “Saat proses penyelaman tadi, kami menemukan banyak tumpukan sampah di lorong sungai bawah tanah,” ujarnya.

Seperti diketahui pemandu wisata dari operator Dewa Bejo dinyatakan hilang sekitar pukul 13.00, Minggu (9/10). Dia hilang saat menyelam untuk mencari dompet pengunjung yang jatuh ke air. Lokasi hilangnya korban berada di pintu keluar mulut gua, tepatnya di Pedukuhan Gelaran I, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Di bagian lain, Kabid Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbubpar) Gunungkidul Hary Sukmono mengucapkan terima kasih kepada regu penyelamat yang sudah berusaha keras. Terkait kejadian yang memakan korban jiwa di Gua Pindul, diakui Hary, ini sudah kasus yang kedua kalinya.

Sebelumnya, seorang pelajar juga ditemukan meninggal dunia. Melihat dari kasus yang ada, lanjut Hary, diketahui bahwa korban tidak menggunakan alat sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Jadi sangat berbahaya dan berisiko,” terangnya.

Lalu bagaimana upaya pemkab sebagai pendamping pelaku wisata? Hary mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Itu berkaitan dengan peralatan keselamatan yang memadai baik untuk pemandu maupun wisatawan. “Nanti akan kami komunikasikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Disinggung mengenai penutupan sementara aktivitas wisata di Gua Pindul, menurut Hary, itu kearifan lokal. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pelaku wisata untuk mengkondisikan sesuai dengan kesepakatan bersama sesama pengelola. “Jadi, penutupan sementara kemarin adalah inisiatif para pengelola,” ucapnya. (gun/ila/mg2)