SLEMAN – Pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam memang sudah selesai. Hasilnya kedua tim bermain imbang 2-2 setelah sebelumnya Irfan Bachdim dkk mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol di 13 menit awal. Namun laga itu menyiskan keluhan. Itu terutama terkait banyaknya calo yang berkeliaran di luar Maguwoharjo International Stadium (MIS).

Mereka bahkan mulai menjajakan tiket sejak siang hari. Padahal panitia baru membuka loket penjualan pada pukul 10.00. Tentu saja hal tersebut banyak disesalkan penonton yang sudah datang untuk mendukung timnas. “Tiket timnas banyak dikuasai calo. Ini salah satu potret buruk persepakbolaan Indonesia,” keluh Filza Ardi Hapsoro salah satu penonton.

Harga tiket bahkan dijual lebih dari dua kali lipat dari harga asli. Seperti untuk tribun utara dan selatan yang dibanderol Rp 30 ribu, melonjak sampai Rp 100 ribu. Sedangkan untuk tribun tertutup di bagian timur yang dijual Rp 50 ribu, setelah sampai di tangan calo ditawarkan Rp 110 ribu sampai Rp 130 ribu. “Sepertinya melawan calo tiket lebih susah daripada melawan timnas Vietnam,” kelakar penonton lainnya, Tazkial Fikri Ananta.

Bahkan di media sosial, sempat diposting aktivitas calo yang membawa tiket lebih dari dua gepok. Ia kemudian terekam memberikan segepok tiket pada calo lainnya. Belum termasuk puluhan calo yang terang-terangan menjual di depan loket sampai pintu masuk gerbang stadion.

Koordinator panpel lokal Ediyanto menyebutkan, bahwa panitia mencetak 27.200 lembar tiket. Namun menurutnya dari angka tersebut hanya terjual sekitar 22 ribu lembar. Sebagian besar terjual untuk bagian tribun timur, utara dan selatan. “Bagian barat untuk VIP dan VVIP yang Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu, banyak yang tersisa,” imbuhnya.

Ditanyakan mengenai banyaknya calo, dia mengatakan telah berusaha meminimalisasi adanya percaloan tiket. “Sudah kami minimalisasi. Termasuk menjual sejak pagi hari,” katanya. (riz/din/ong)