SLEMAN – Dualisme sikap antara PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengenai penyelenggaraan kongres PSSI disikapi oleh Kepolisian Daerah (Polda) DIJ. Bila nanti diputuskan penyelenggaran kongres PSSI di DIJ, Polda DIJ menyatakan siap melakukan pengamanan penuh hingga kongres rampung.

Kemenpora dan PSSI sendiri masih tarik ulur soal penyelenggaraan. Kemenpora menginginkn penyelenggaraan kongres di gelar di DIJ sementara PSSI bersikukuh Makasar menjadi tuang rumah.

Sampai dengan saat ini, surat resmi Markas Besar (Mabes) Polri terkait perizinan penyelenggaraan kongres PSSI belum dikeluarkan. Namun bila DIJ ditunjuk mengemban amanat itu, Polda DIJ menyatakan kesiapannya.

“Jangankan (kongres) PSSI, yang lebih besar saja kami siap,” jelas Kapolda DIK Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat setibanya di Mapolda, kemarin (11/10).

Prasta mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi apapun mengenai penyelenggaraan kongres di DIJ. Sehingga, rencana pengamanan (renpam) belum disiapkan.

“Kalau ada perintah ya laksanakan. Renpamnya akan segera kami siapkan,” tegas jenderal bintang satu itu.

Sementara itu Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Kombes Pol Bambang Pristiwanto meminta kabar penyelenggaraan kongres PSSI di Jogjakarta ditelusuri lebih dahulu. “Coba ditelusuri ke hulunya jangan hilirnya terus,” ujar Bambang sambil berkelakar.

Sehari sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito M Karnavian sudah memberikan pernyataan lisan memberikan izin penyelenggaraan Kongres PSSI berdasarkan rekomendasi dari pemerintah. Dengan pernyataan tersebut, besar kemungkinan DIJ menjadi tempat penyelenggaraan kongres.

Bahkan, salah satu kelompol suporter sepakbola asal Surabaya Bonek, berencana mendatangi DIJ guna melakukan pengamanan jalannya kongres. Dikabarkan ribuan bonek akan diterjunkan bila kongres digelar di DIJ. (bhn/ong)