JOGJA – Para atlet penyandang disablitas Kota Jogja yang akan bertanding di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 di Jawa Barat, belum pasti akan mendapat bonus jika meraih medali nanti. Hal itu karena National Paralympic Commite (NPC) Kota Jogja yang menaunginya, belum termasuk yang bisa mendapat anggaran dari APBD.

“NPC Kota Jogja 2016 ini belum masuk anggaran Pemkot. Kami baru keluar dari KONI Kota Jogja 2015 lalu,” ujar Ketua NPC Kota Jogja Widiharyati di sela pamitan atlet difabel Kota Jogja yang akan bertanding dalam Peparnas XV, di Balaikota kemarin (10/10). Widi mengaku belum tahu apakah nantinya para atlet yang berprestasi dalam Peparnas XV yang akan digelar 15-24 Oktober nanti akan mendapat bonus.

Widi mengatakan sebelumnya ada wacana atlet yang meraih medali di Peparnas XV akan disamakan bonusnya dengan atlet peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat. “Tapi realisasinya belum tahu, yang PON (bonus yang diterima) berapa juga belum tahu,” lanjutnya.

Dalam Peparnas XV, atlet dari Kota Jogja yang akan membawa nama DIJ, sebanyak 26 atlet. Mereka akan didampingi lima pelatih. Menurut dia dari 10 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam Peparnas XV nanti, atlet dari Kota Jogja ikut dalam sembilan cabor, keualai tenis lapangan.

Pihaknya menargetkan atlet dari Kota Jogja bisa menyumbang enam medali emas, dari cabang panahan perorangan dan double mix, atletik serta catur. “Dalam Peparnas sebelumnya kita juga menyumbang enam emas,” tambahnya.

Salah seorang atlet Faris Fadli optimistis bisa menyumbang medali, meski yang ditargetkan bukan emas. Faris yang merupakan seorang tuna daksa, akan turun dalam cabor angkat berat kelas 88 kilogram. Untuk cabor angkat berat, Faris mengaku tidak mengalami kesulitan dan yakin meraih prestasi. “Karena pertandigan sambil berbaring, kekuatannya dari pinggang ke atas,” jelas pria yang kaki kananya diamputasi akibat kanker tulang 2011 lalu itu. (pra/din/mg2)