MUNGKID – Bencana tanah longsor tidak hanya menerjang kawasan Perbukitan Menoreh di Kecamatan Salaman. Selama dua hari mulai Sabtu hingga Minggu (8-9/10) kemarin, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah. Laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyebutkan, tanah longsor terjadi di enam desa tersebar di empat kecamatan.

Bencana ini menyasar berbagai titik, seperti rumah warga, menutupi akses jalan, wilayah pertanian dan lainnya. Adapun desa-desa yang terkena bencana yaitu Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Soronalan dan Krogowanan (Sawangan), Mangunsuko (Dukun), Ngargoretno dan Kalirejo (Salaman). Jika ditotal, terdapat belasan titik tanah longsor di empat kecamatan tersebut.

Di Dusun Tegalombo, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman tanah longsor nyaris membawa rumah Sumarno, 45. Tebing setinggi 15 m longsor dan mengakibatkan jarak dinding rumah dengan tebing sekitar 1 m. Selain itu, material tanah juga sempat menutupi jalan ke SDN 2 Ngargoretno.

“Rumah saya ini dihuni 7 orang anggota keluarga. Meski sudah tiga kali longsor, saya dan keluarga tidak akan mengungsi,” kata Sumarno kemarin.

Ia mengaku tidak takut dan tetap akan menempati rumah itu. Ia mengatakan ini kare tidak ada tempat lain untuk pindah. Ditambah lagi, di desanya hampir wilayahnya berbukit dan tidak ada tempat yang relatif aman.

“Ya mestinya takut tinggal disini, tapi kami tetap waspada,” katanya.

Sementara di Dusun Pringapus, Sambungrejo, Grabag juga terjadi tanah longsor Minggu (9/10) sekitar pukul 17.30. Hujan yang mengguyur wilayah itu sejak pukul 12.00 sampai 21.00 menyebabkan tebing setinggi 10 meter lebar 2 meter longsor. Material tanah mengenai bagian teras rumah Nasir, 55.

Rumah itu dihuni 1 KK dengan lima jiwa. Selain tanah longsor tersebut juga terdapat retakan tanah. Panjangnya sekitar 30 meter yang mengancam 2 rumah berada di atas tebing. Jarak rumah ini 2 meter dari tebing tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Supranowo mengatakan, secara umum kaji cepat sudah dilakukan. Satgas BPBD bersama relawan dan warga dilokasi bencana sudah membantu pemulihan kondisi.

“Kami dibantu muspika setempat dan langsung pagi tadi kita kirim kebutuhan logistik secukupnya,” katanya.

Adapun di Desa Soronalan, Sawangan, hujan menyebabkan tebing setinggi 5 meter longsor dan menutup akses jalan. Material longsoran panjang 5 meter dan ketebalan 1 meter. Selain itu juga mengakibatkan pohon kelapa tumbang menutup akses jalan Dusun Clebung Gunung menuju Dusun Clebung, desa tersebut.

“Karena lokasi bencana jumlahnya banyak, kita bagi rekan tim reaksi cepat BPBD ke lokasi bencana,” kata Supranowo. (ady/mg2)