PALANGKARAYA – Melawat ke Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, markas Kalteng Putra, PSS Sleman meraih hasil memuaskan. Laskar Sembada-julukan PSS Sleman mengalahkan tuan rumah dengan skor 3-1.

Gol-gol PSS Sleman dicetak Dave Mustaine di menit 33, kapten tim Busari (59), dan rekrutan anyar Kito Chandra (72).

Sementara tuan rumah hanya mampu memperkecil margin kekalahan lewat Trias Budi delapan menit sebelum waktu normal berakhir lewat titik putih.

Kemenangan melawan Kalteng Putra sangat berarti bagi PSS. Maklum, di laga sebelumnya hanya mampu imbang melawan Persepam Madura Utama. Tiga poin dari Kalimantan, menjaga asa untuk melaju ke delapan besar.

PSS menurunkan starting line-up dengan memainkan penjaga gawang Nanda Pradana. Ia dibentengi palang pintu Oya Winaldo, Eka Angger, M Saefudin, dan Waluyo. Di depan, sebagai gelandang bertahan Dirga Lasut dan Busari. Plot gelandang serang dipercayakan Dave Mustaine, Dicky Prayoga, dan Kito Chandra menyokong ujung tombak Riski Novriansyah.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengatakan, di awal babak pertama skema permainan dan karakter permainan PSS belum sepenuhnya keluar. Namun di pertengahan babak, aliran bola sudah mulai lancar.

“Sebenarnya awalnya sedikit susah dan monoton, karena mungkin cuaca juga panas. Lapangan juga susah, tapi yang penting hasil akhirnya. Di babak pertama kami banyak peluang tapi belum banyak gol yang bisa disarangkan,” katanya, kemarin (8/10).

Kemudian seusai rehat, kedua tim silih berganti menyerang. PSS mampu menambah perbendaharaan gol melalui Busari dan Waskito Chandra. Menjelang akhir laga, Waluyo dianggap melanggar pemain lawan dan mendapatkan hukuman penalti. Eksekusi Trias Budi membuat skor akhir 3-1 untuk keunggulan PSS.

“Babak kedua jelang berakhir Dave kami ganti Aulia karena sudah tidak mampu melanjutkan. Saat ini memang tim lagi banyak pemain cedera. Ke depan kami harap segera sembuh. Kalau bisa fit kami pilihannya lebih banyak,” tambahnya.

Mengenai gelontoran dua gol di babak kedua, dia memang menginstruksikan anak asuhnya lebih berani menyerang sebab akan memerlukan banyak gol agar selisih dengan tim lain bisa unggul. “Karena perlu banyak gol lebih dari satu,” tandasnya. (riz/din/mg2)