JOGJA – Batik memang tak lagi identik dengan kekayaan budaya masyarakat Pulau Jawa. Setiap daerah di Indonesia sebenarnya memiliki motif dan corak khas busana tradisional masing-masing. Hanya, tak sedikit orang asal luar Jawa belajar membatik langsung dari ahlinya. Salah satunya, di Jogjakarta.

Gayung bersambut ditunjukkan sentra kerajinan batik Manggar Natural di Umbulharjo, Kota Jogja. Manager Manggar Natural Arif Udono membuka diri bagi siapapun pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ingin belajar bersama tentang batik. Baik teknik membatik kain maupun membuat anyaman tas dan pernak-pernik khas Jogjakarta. Untuk motif, kata Arif, tidak mutlak corak khas Jogjakarta.

Dia juga melatih membatik, sesuai daerah asal perajin. Seperti yang dilakukan para perajin batik asal Riau pekan lalu. “Kami menyesuaikan saja. Kalau teknik membatik memang sudah ada pakemnya,” jelas Arif.

Menurutnya, Riau punya banyak motif batik. Namun, sampai sekarang belum mampu menggugah minat pasar nasional. “Karena itulah mereka belajar ke sini. Juga soal pengemasan produk dan teknik pemasarannya,” jelas Arif di showroom Manggar Natural.

Kasi Kerjasama Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Yusparidar Sepriwati mengatakan, teknik membatik tradisional Riau sedikit berbeda dengan Jogjakarta. Untuk memecah warna digunakan perak dan emas. Bahan perhiasan itulah yang menyebabkan batik Riau harganya mahal, sehingga kurang dilirik calon konsumen. “Karena itu kami ingin belajar teknik pewarnaan menggunakan lilin, seperti batik khas Jogjakarta. Supaya biaya produksinya lebih murah,” ungkapnya.

Kendati menerapkan teknik tradisional, sebanyak 50 UMKM asal Riau latihan membatik dengan alat modern. Tak lagi menggunakan kompor minyak atau batu bara. Tapi memakai kompor listrik. Mereka dilatih membuat batik motif bunga manggar. Satu dari tiga motif batik yang terkenal di Kepulauan Riau. Dua motif lainnya, Siku Keluang dan Pucuk Rebung. “Semoga dari pelatihan ini bisa mendongkrak pertumbuhan pasar batik khas Riau,” harapnya.(**/yog/mg1)