Di Salaman, Tebing Timpa Dapur Warga
MUNGKID – Hujan deras mengguyur wilayah Perbukitan Menoreh siang hingga petang kemarin (9/10). Akibatnya, tebing di Desa Ngargoretno, Salaman, longsor. Material tanah sempat menutupi akses jalan ke fasilitas publik berupa gedung sekolah.

Hingga Minggu petang, hujan masih berlangsung. Material longsoran berupa tanah belum dibersihkan. “Longsor kembali terjadi di jalan masuk SDN Ngargoretno 2. Material longsoran menutup sebagian badan jalan masuk ke sekolah,” kata Ketua Relawan Garuda Bukit Menoreh Shoim kemarin.

Hujan itu mengakibatkan tebing setinggi 15 meter longsor sekitar pukul 16.30. Selain menutupi jalan, peristiwa ini juga mengancam rumah salah satu warga, Sumarno, 45, di Dusun Tegalombo, Ngargoretno, Salaman.

“Rumah ini dihuni bersama tujuh orang anggota keluarganya,” kata Shoim. Warga belum membersihkan material longsoran karena masih berlangsung hujan kemarin petang. Relawan juga terus memantau kondisi di lapangan. Kemungkinan upaya pembersihan material dilakukan Senin hari ini (10/10).

“Masih menunggu perkembangan karena jarak titik longsor masih kira-kira satu meter. Tadi warga saya sarankan untuk mengungsi, tapi belum mau,” jelasnya.

Selain mengancam satu kepala kelarga (KK) yang berisi tujuh jiwa, tanah longsor juga terjadi di Kalipucung Kulon, Kalirejo, Salaman, Sabtu (8/10). Tebing di lokasi kejadian longsor menimpa bagian dapur rumah Riyadi, 43. “Kondisi dapur rata dengan tanah,” ujar salah seorang warga, Agus.

Dikatakan, hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi sehingga mengakibatkan tanah tebing longsor menimpa dapur rumah korban. Ukuran bangunan 4×4 meter terbuat dari kayu dan atap genting.

Adapun tinggi tebing sekitar 10 meter, panjang longsoran sekitar 8 meter, lebar satu meter, kemiringan 80 derajat dan jarak dapur rumah dengan tebing 0,5 meter. “Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan Rp 3 juta,” katanya. (ady/laz/mg1)