Kelompok 85 Gelar Konsolidasi di Jogja

JOGJA – Edy Rahmayadi (ER), salah satu calon ketua umum PSSI mengadakan konsolidasi di Jogjakarta. Ia mengumpulkan para voter yang mendukungnya dalam Kelompok 85 (K-85), kemarin (9/10). Pertemuan itu dihadiri 47 votter dari wilayah Jateng, Jabar, DIJ dan Jatim.

Edy yang juga Pangkostrad itu datang tidak sendirian. Ia tampak didampingi CEO Arema Cronus Iwan Budianto, Ketum Persija Fery Paulus, Manajer Persib Bandung Umuch Muchtar serta CEO PT GTS Joko Driyono.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/10) malam, ia juga menyempatkan diri menyaksikan final Linus 2016 DIJ di Stadion Sultan Agung, Bantul. Saat ditanyakan kedatangan ke Jogja, ia mengaku mendadak konsolidasi dengan pendukungnya. Termasuk sebagai salah satu persiapan untuk menghadapi kongres PSSI dalam waktu dekat ini.

“Kenapa di Jogja, mungkin karena lebih dekat saja. Karena posisinya di tengah-tengah,” ujar ER kepada wartawan. Mengenai dukungan kepadanya, ia optimistis bisa menang dengan banyaknya dukungan yang mengalir dari voter.

Ia mengklaim, dukungan juga terus mengalir sebab makin hari makin banyak yang mengetahui K-85. “Yang dulu belum tahu sekarang jadi tahu, dan kami optimistis,” jelasnya.

Mengenai tempat kongres ia menyebut di manapun lokasinya tidak bermasalah. Namun seyogyanya PSSI bisa berkonsolidasi dengan pemerintah agar bisa berjalan lancar. “Kami yang penting demokratis, sportif aman dan netral. Tapi karena kita di Indonesia, ya sebaiknya mengikuti saran pemerintah,” paparnya.

Asprov PSSI DIJ Dukung ER

Mabes Polri mengeluarkan izin kongres PSSI di Jogjakarta. Namun Asprov PSSI DIJ belum mendapat surat untuk menyiapkan kongres yang direncanakan digelar 17 Oktober mendatang. Sebab PSSI masih keukeuh menggelar kongres di Makassar.

“Kami sebagai Asprov PSSI DIJ sampai saat ini belum dipasrahi apa-apa. Juga belum bisa melangkah. Cuma kami kalau ditunjuk menjadi panitia lokal, siap,” kata Sekretaris Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto kemarin (9/10).

Ia juga mengaku tidak akan menghubungi PSSI terkait tempat kongres. Sebab sebagai anggota yang taat statuta, Asprov PSSI DIJ menaati keputusan PSSI. Ia hanya mengharapkan kedua pihak, baik Kemenpora dan PSSI, duduk bersama menentukan secara baik-baik venue kongres.

“Kami tidak ingin seperti sebelumnya yang terjadi dualisme. Terus kita dibekukan lagi. Kami sudah capek kalau energinya habis dengan kondisi seperti itu,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai dukungan kepada calon ketua umum PSSI, ia mengungkapkan bahwa Asprov PSSI DIJ mendukung Edy Rahmayadi (ER) sebagai ketum PSSI selanjutnya. “Sudah konsolidasi silaturahmi dengan voter, kami diundang dan menyatakan sikap mendukung,” tandasnya. (riz/laz/mg1)