Peringati Hari Jadi dengan Senam Masal Sakobahe di Alun-Alun Purworejo
Lapangan basah dan menggenang di beberapa tempat tidak menyurutkan semangat lebih dari 10.000 peserta Senam Sakobahe dalam rangka Hari Jadi ke-1.115 Kabupaten Purworejo di Alun-Alun Purworejo, kemarin (9/10). Mereka bergerak mengikuti instruktur dan berubah seenaknya saat diputarkan lagu-lagu dangdut remix.

BUDI AGUNG, Purworejo

Bupati Purworejo Agus Bastian tidak mau kalah. Ia berbaur dengan masyarakat dengan menyusup dalam barisan Temon Holic, sebuah komunitas goyang koplo di bawah panggung. Sedikit kaku, Agus berusaha bergerak seperti pemandu yang ada di depannya.

Ya, suasana Alun-Alun Purworejo dalam gelaran Car Free Day memang berbeda dari minggu-minggu biasanya. Pengerahan siswa dari tingkat SMP dan SMA/SMK menjadikan ruang publik itu padat. Komunitas senam yang didominasi ibu-ibu pun tidak mau kalah dan memenuhi barisan depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dindikbudpora) Purworejo Muh Wuryanto mengatakan, kegiatan segaja dilakukan masal sebagai bentuk kegembiraan masyarakat Purworejo merayakan hari jadinya di tahun 2016. Konsep senam sengaja dibuat ringan dan menyenangkan serta disediakan hadiah utama dua unit kendaraan bermotor dan ratusan hadiah hiburan.

“Ini adalah olahraga rekreasi. Kami sengaja membuat kegiatan ini dalam bentuk hiburan. Harapan kami masyarakat bisa berolahraga sambil berekreasi,” kata Wuryanto.

Menghadirkan tiga instruktur senam dan hiburan dari Jogjakarta, kegiatan itu makin membakar semangat peserta untuk bergoyang dan bergerak.

Bupati Purworejo Agus Bastian sendiri saat dimintai komentarnya mengatakan bahwa masyarakat Purworejo cukup beragam dan memiliki aneka kemampuan. Sebagai bupati, ia berusaha memberikan ruang bagi warga untuk berekspresi.

“Di sini kami persilakan mengikuti instruktur, tapi mau bergerak semaunya juga boleh. Intinya kami tidak membatasi,” ungkapnya. Didukung Bank Jateng dan Bank Purworejo serta beberapa pihak lain, dua kendaraan bermotor yang disediakan panitia diperoleh dua siswa SMK.

Keduanya adalah Wahyudi, 16, siswa SMK YPP dan Aula Nur Chafis, siswa kelas X SMK TKM. “Saya tidak mimpi apa-apa. Hanya berdoa saja sepanjang malam agar dapat hadiah utama,” kata Wahyudi saat menerima hadiah. (laz/mg1)