GUNUNGKIDUL – Proyek miliaran rupiah pembangunan pasar di Desa Gari, Wonosari dihentikan. Pembangunan pasar distop lantaran terjadi insiden atap roboh menimpa pekerja.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno juga mengunjungi lokasi (7/10). Politisi PDIP ini melakukan inspeksi setelah mendapat berita pasar roboh menimpa pekerja.

“Kejadian itu terjadi Kamis (6/10). Saya datang ke lokasi untuk memastikan bagaimana proyek miliaran rupiah ini kok bisa roboh,” kata Suharno (7/10).

Dia menemukan sejumlah kerusakan pada tiga penyangga atap genting beton kios. Dia yakin ada yang tidak beres, Suharno langsung meminta CV Wijaya sebagai rekanan untuk menindaklanjuti sejumlah catatan yang diberikan.

“Baru dibangun belum dipakai, tetapi sudah rusak. Tiang penyangga dan kerangka atap tidak kuat kemudian roboh,” ujar Suharno.

Kualitas material yang digunakan tidak baik. Sehingga tak kuat menahan konstruksi bangunan. Karena itu, Suharno meminta rekanan tidak mengulur-ulur waktu pengerjaan proyek Rp 1,8 miliar tersebut.

“Jangan diperpanjang terus menerus. Kami minta supaya diganti dengan yang kuat. Ini masalah fasilitas umum, jadi jangan asal membangun,” ujar Suharno.

Konsultan pengawas pembangunan Pasar Gari Wonosari Agustina Rahma mengatakan insiden atap roboh menyebabkan proyek tersebut dihentikan.

“Kronologinya, setelah genting dipasang, mendadak runtuh dan menimpa seorang pekerja,” kata Agustina.

Pasca-kejadian, Agustina berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK), Dinas PU Gunungkidul, dan Pemdes Gari, serta pengawas.

‘’Kami berembuk mencari solusi atas masalah tersebut,” kata Agustina.

Kades Gari Widodo mengatakan proyek ini program dari pusat. Sehingga dia hanya menerima dan tidak mengetahui secara teknis. “Pasar Gari dibangun di lahan bekas tambang milik Pemdes Gari,” kata Widodo. (gun/iwa/mg1)