JOGJA – Game opening Junio JRBL 2016 Jogja Series berlangsung ketat di GOR UNY, kemarin (8/1). Dua tim cowok, SMPN 12 Jogja (Roket) dan SMPN 5 (Pawitikra) Jogja tidak hanya harus beradu strategi, tapi juga mental untuk bisa meraih kemenangan perdana. Bermain di hadapan ratusan suporternya, keduanya tidak ingin kecurian poin di game pertamanya.

Kedua tim langsung melakukan permainan cepat. Namun, Roket mampu keluar dari tekanan mental di tengah euforia penonton sehingga bisa memanfaatkan peluang di kuarter ketiga dan keempat. Di game pertamanya, Roket menang 28-17 dari Pawitikra.

Di kuarter pertama, Hugo Krisna Oktaviano dkk sebenarnya mampu unggul dan mengambil momen telat panas pemain Roket. Namun keunggulan Pawitikra tidak berlangsung lama, karena di kuarter kedua, Pascal Yusda Aditama membalik keadaan dengan memimpin poin.

Tertinggal poin, Hugo dkk mulai bangkit kembali di kuarter ketiga. Tetapi, defense yang diberikan Roket membuat Pawitikra kesulitan mendulang poin. Apalagi, di dua menit jelang berakhirnya game, kapten Hugo harus terkena fouls out.

“Anak-anak memang sempat blank di awal game. Tapi akhirnya mereka mampu menunjukkan permainan, meski ini belum penampilan terbaik mereka,” ujar Coach Roket Suis Pradenta usai pertandingan.

Bisa meredam permainan Pawitikra, menurutnya menjadi bekal bagi anak asuhnya melakoni game selanjutnya. Diakui, lawan-lawan Roket di Junio JRBL 2016 Jogja Series ini merupakan tim-tim tangguh, dan anak asuhnya harus berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan.

“Di game selanjutnya, anak-anak harus sudah siap tanding dari awal,” ujarnya. Dia menargetkan membawa anak asuhnya minimal hingga ke babak fantastic four. (dya/iwa/mg2)