JOGJA-Muncul usulan agar Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran yaitu bukit-bukit yang menjulang tinggi digunakan untuk kegiatan outbond dan home stay. Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat dengan tema Pemanfaatan IPTEK dalam Membangun Desa Mandiri dan Religius oleh LPM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Hotel Cavinton. Hadir sebagai narasumber Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan pihak Bappeda Bantul serta Bappeda Gunungkidul.

Pemateri dari Bappeda Gunungkidul, Tri Daryanto mengatakan selain bakal menjadikan Nglanggeran untuk outbond dan home stay, pihaknya juga mengembangkan kebun seluas 20 Ha dengan tanaman klengkeng, durian dan lainnya. Ditambah pembuatan embung-embung oleh masyarakat, yang dikelola melalui BUMDes.

“Ada pula ratusan telaga untuk menampung air hujan supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Juga 145 desa di Gunungkidul sudah memiliki website,” kata Tri.

Bappeda Bantul yang diwakil sekretarisnya, Agus Budi Raharjo S.KM M.Kes menyampaikan beberapa kebijakan pemerintah daerah soal penelitian dan pengabdian yang bisa diselenggarakan di wilayahnya. Disampaikan juga prioritas pebangunan Bantul dalam soal reformasi birokrasi, kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, untuk mendorong taraf hidup masyarakat meningkat dengan cara peningkatan bantuan pendidikan sesuai dengan kemampuan, gerakan CSR pembiayaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Ditambah adanya jaminan kesehatan, zona pemanfaatn pekarangan, akselerasi penanggulangan kemiskinan, destinasi pariwisata, kawasan budaya, kawasan strategis dan lainnya.

“Kawasan strategi investasi, budidaya perikanan dan industri kreatif,” terang Agus.

Oleh karena itu, Agus Budi Raharjo menegaskan bahwa perguruan tinggi sangat mungkin bersinergi dengan Bappeda Bantul dalam segala bidang mengingat hal tersebut merupakan salah satu strategi pengembangan IPTEK yang dilakukan pihaknya.

“Bappeda Bantul selalu terbuka untuk berkolaborasi dg perguruan tinggi,” tandasnya.(mar/dem)