JOGJA – Menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Kulonprogo 2017, perlu diwaspadai praktik politik uang atau money politics. Warga perlu dididik agar menolak pemberian uang yang dikaitkan dengan pilbup.

‘’Kami telah melakukan pendidikan politik kepada masyarakat Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon-progo Juli lalu. Menjadikan warga sebagai pemilih cerdas dan menolak politik uang,” kata Staf Pengajar Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM Dra Ratnawati SU, kemarin.

Dikatakan, upaya memini-malisasi politik uang harus dilakukan dari tataran warga yang memiliki hak pilih. Pendidikan politik penting dilakukan agar dapat menumbuhkan orientasi politik masyarakat.Warga juga berhak mengetahui persoalan politik dan sikap politiknya.

‘’Pendidikan politik bertu-juan agar warga memberikan par-tisipasi politik aktif dalam Pilkada. Warga jangan sampai menjadi objek politik uang,” ujar Ratnawati.

Kegiatan pendidikan politik terse-but diharapkan memberi pengeta-huan dan wawasan politik warga. Menumbuhkan dan membentuk kesadaran terhadap persoalan po-litik dan sikap politik masyarakat.

‘’Sedangkan bagi Pemerintah Daerah, agar segera disusun regu-lasi terkait sanksi bagi kandidat yang melakukan money politics. Bagi partai politik diharapkan meraih suara menggunakan cara yang se-suai UU,” kata Ratnawati. (iwa/ong)