GUNUNGKIDUL – Telaga Bamban di Desa Sumberwungu, Tepus, Gunung-kidul menelan korban jiwa kemarin (6/10). Nasib tragis dialami tiga pelajar SMPN 3 Tepus.

Mereka tenggelam saat asyik berenang di telaga, yang berjarak sekitar 300 meter dari sekolah. Ketiganya adalah warga Sumberwungu. Yakni, Aji Saputro, 14, dari Dusun Karanggebang, Murgi-yono, 13, asal Dusun Gude, dan Hengki Kurniawan, 13, dari Dusun Ngunut
Sujiono, salah seorang warga, mengatakan, awalnya hanya seorang yang tenggelam. Lantas, dua anak lainnya berusaha me-nolong. Alih-alih bisa me-nyelamatkan korban, dua bocah tersebut malah ikut tenggelam. “Setelah dilakukan pencarian, ketiganya ditemukan dalam kon-disi mengenaskan,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, peristiwa nahas itu ber-awal ketika para siswa di-pulangkan lebih awal dari hari biasa karena manajemen seko-lah ada kegiatan lain. Sebelum pulang, para guru berpesan agar siswa menunaikan salat Duhur ter lebuh dulu atau langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Ternyata, tanpa sepengeta-huan pihak sekolah puluhan siswa malah bermain ke telaga,” ungkap Kapolsek Tepus AKP Yulianto.

Sampai di telaga, tanpa pikir panjang beberapa anak langsung menceburkan diri ke dalam telaga. Padahal, saat itu debit air telaga meningkat akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.Tak lama berenang, tiga anak tampak tenggelam. Mereka sempat melambaikan tangan untuk minta tolong kepada teman-teman yang lain.

Iro-nisnya, lambaian tangan itu dianggap sebagai guyonan oleh sejawat mereka. Gelak tawa anak-anak lain pun berubah menjadi kepanikan. Itu setelah mereka menyadari tiga teman yang tenggelam tak segera muncul ke permukaan.

“Seke-tika itu sebagian anak berlari minta pertolongan ke warga. Sisanya berusaha mencari tiga anak itu dengan berteriak memanggil-manggil nama me-reka. Namun tetap tak ada jawaban,” jelasnya.

Tak lama berselang, warga dan guru datang ke lokasi. Bebera-pa warga segera menyelam untuk mencari korban. Tubuh ketiga korban ditemukan sete-lah sekitar 30 menit pencarian. Korban ditemukan dalam kon-disi tak ber nyawa di dasar telaga.

“Korban langsung di-larikan ke Puskesmas Tepus dan Rumah Sakit Pelita Husada. Setelah dilakukan pemeriksaan, jasad mereka diserahkan ke pihak keluarga,” kata Yulianto.

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali lagi Yulianto meminta pemerintah memasang tanda atau rambu peringatan larangan berenang di telaga. Rambu dipasang di tempat strategis yang mudah terbaca oleh siapapun yang ber-main di telaga sedalam sekitar empat meter itu.

Kades Sumberwungu, Tukinah mengatakan, telaga sengaja dibangun untuk kepentingan masyarakat. Khususnya, seba-gai penampung cadangan air saat musim kemarau.

“Belum lama ini dikeruk. Tapi, karena intensitas hujan tinggi debit air telaga meluap,” katanya.

Untuk menghindari terulang-nya peristiwa nahas yang me-nimpa tiga siswa tersebut, pe-merintah desa setempat me-masang papan petunjuk tanda bahaya. Tukinah berharap, siapapun yang berkunjung ke telaga mematuhi peringatan tersebut.

Sementara itu, pihak SMPN 3 Tepus belum bisa di-konfirmasi terkait kasus tewas-nya tiga siswa sekolah tersebut. (gun/yog/ong)