KULONPROGO- Pasangan calon bisa terancam gugur dari pencalonan Pilkada 2017. Itu jika lewat tenggat waktu perbaikan kekurangan berkas syarat calon tidak terpenuhi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo menyatakan, hingga kemarin (6/10) rata-rata masih ada kekurangan sekitar 10 persen.

Komisioner KPU Kulonprogo Panggih Widodo menyatakan, berkas peryaratan calon dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan maju Pilkada Kulonprogo 2017 hingga saat ini belum sepenuhnya lengkap. Saat ini sudah memasuki masa akhir verifikasi. “Kami akan serahkan hasil verifikasi berkas calon kepada tim paslon besok (hari ini, Red),” kata Panggih, kemarin (6/10).

Dijelaskan, pasangan calon memiliki kesempatan perbaikan mulai tanggal 8 – 11 Oktober 2016. Setelah itu, KPU akan kembali melakukan koreksi sebelum akhirnya ditetapkan 24 Oktober mendatang. “Lolos tidaknya pencalonan juga dipengaruhi kelengkapan persyaratan calon. Kendati kurang hanya satu persen bisa menggagalkan pencalonan. Kekurangan sepele, misal kurang selembar berkas pun bisa out,” jelasnya.

KPU Kulonprogo, saat ini masih terus melakukan verifikasi. Adapun sejumlah kekurangan yang masih ditemukan di antaranya softcopy foto. kendati tidak krusial tapi itu menjadi syarat penting. “Untuk laporan kekayaan Hasto – Tedjo sudah, untuk pasangan Zuhad – Iriani informasinya sedang diurus,” lanjutnya.

Terkait hasil tes kesehatan dua pasangan sudah diserahkan tim kesehatan ke KPU Kulonprogo, Rabu (5/10) pukul 13.00. Hasilnya, tim kesehatan dari RSUD Wates, meliputi IDI, HIMPSI dan BNN, semua bakal pasangan calon dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, baik jasmani, rohani maupun bebas narkoba.

Sementara itu, tim sukses Zuhadmono-Iriani Adi Sutrisno mengungkapkan, timnya kini masih terus melengkapi berkas pencalonan. Beberapa kekurangan sudah mulai dipenuhi, dan akan segera diserahkan ke KPU Kulonprogo pada masa perbaikan. “Kami yakin persyaratan lengkap sesuai jadwal,” ungkapnya. (tom/din/ong)