SLEMAN – Keselamatan dan kenyamanan angkutan udara tidak hanya bergantung pada kondisi pesawat, kondisi pilot dan para kru juga berperan penting.

Sebagai bentuk antisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan penerbangan, BNNP DIJ menggelar tes urin bagi pilot, co pilot, dan pramugari di Bandara Adisutjipto Jogjakarta kemarin (6/10). Seluruh kru pesawat yang mendarat di terminal A dan B diperiksa.

Selain BBNP DIJ sejumlah institusi seperti Angkasa Pura, Imigrasi dan POM AU juga dilibatkan dalam razia dadakan itu. Dari 78 orang yang diperiksa hanya seorang dinyatakan positif benzo.

Kabid Pemberantasan BNNP DIJ AKBP Mujiyana mengatakan, kru yang positif benzo bukan disebabkan oleh narkoba. Berdasarkan keterangan, benzo yang terkandung dalam urin diakibatkan konsumsi obat batuk. “Secara keseluruhan yang kami periksa negatif narkoba,” jelas Mujiayana di sela-sela pemeriksaan.

Pemeriksaan meliputi empat indikator yaitu ekstasi, sabu, ganja, dan heroin. Pemeriksaan dilakukan sebelum para pilot dan awak turun dari pesawat. Dengan cara ini, diharapkan tidak ada pilot maupun awak pesawat yang mengakali ataupun menghindar dari pemeriksaan.

Dikatakan, tidak ada jaminan keselamatan bila ada kru yang menggunakan narkoba. Dampak penggunaan narkoba dalam penerbangan membuat para kru tmenjadi tidak fokus. “Bayangkan begitu berbahaya bila ada pilot tidak fokus dalam menerbangkan pesawat,” jelasnya.

Menurutnya saat ini peredaran narkoba di DIJ sudah semakin bisa ditekan. Dengan semakin berkurangnya peredaran narkoba di DIJ, harapannya kondusifitas di masyarakat terutama di dunia penerbangan bisa terus terjaga.

Salah seorang pramugari Diana menyebut pihaknya cukup kaget dengan razia yang digelar. Karena yakin bukan pemakai, perempuan berambut lurus ini tidak begitu panik dan khawatir.

Diakui godaan menggunakan zat terlarang di lingkungannya kadang ada muncul. Namun dengan kesadaran, dirinya tidak pernah tertarik untuk coba-coba. Apalagi sanksi yang diberikan bila kedapatan menggunakan pun cukup berat seperti pemecatan. “Kami para kru dalam menjaga kondisi lebih baik minum vitamin dan mengatur pola istirahat,” jelasnya. (bhn/din/ong)