JOGJA – PSIM Jogja akan menjalani laga away keduanya ke Banda Aceh pekan ini. Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja akan bertanding melawan Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan 16 besar ISC-B Grup A, Jumat (7/10).

Namun perjalanan panjang melalui udara yang memakan waktu lebih dari setengah hari, dikhawatirkan akan mereduksi stamina mereka. Imbasnya penampilan Sunni Hizbullah dkk akan terganggu.

Sekretaris PSIM Jogja Jarot Kastowo mengatakan, lamanya waktu terbang dan singgah sebelum mendarat di Aceh memang sempat membuatnya khawatir. Jika pemain kelelahan, tentu sangat berpengaruh pada kondisi fisik di lapangan. “Tapi kami sudah pernah perjalanan ke Mamuju dan Sumenep kemarin. Setidaknya sudah ada gambaran apa yang perlu diantisipasi. Walaupun mungkin kondisinya nanti berbeda,” katanya, kemarin (4/10).

Jarot mengatakan, rencananya tim akan membawa 16 pemain, dan bertolak pada Kamis pagi (6/10) dari Jogjakarta dengan pesawat terbang. Dalam perjalanan, rombongan akan transit sebanyak tiga kali yaitu di Jakarta, Medan, dan terakhir di Aceh. Itu sebelum melanjutkan perjalanan darat dengan bus menuju lokasi penginapan. “Berangkat pukul 07.30 dan perkiraan sampai Aceh pada 15.50 sore harinya. Kalau lebih cepat lebih bagus,” imbuhnya.

Selanjutnya sebagai antisipasi untuk mengembalikan fisik para pemain setelah perjalanan, manajemen akan menyertakan seorang dokter tim. Dokter tim ini yang nantinya akan bertugas mengecek kesehatan dan kondisi para pemain. “Kami juga cari hotel yang tidak jauh dari stadion,” bebernya.

Di laga kedua menghadapi Persiraja, PSIM Jogja optimistis bisa mencuri poin. Terlebih PSIM dipastikan tertambah kekuatannya seiring dengan bergabungnya si anak hilang Engkus Kuswaha yang di penyisihan lalu berkostum Persibat Batang. “Engkus sudah bisa dimainkan karena sudah disahkan. Namun diturunkan tidaknya menjadi keputusan pelatih,” jelasnya. (riz/din/ong)