SLEMAN – Sebanyak 34 paralimpian asal Sleman tergabung dalam kontingen National Paralympic Committee (NPC) DIJ dalam Pekan Paralympic Nasional XV di Bandung, 12 Oktober mendatang. Nah, kemarin (4/10) seluruh atlet dan ofisial berpamitan dengan Bupati Sleman Sri Purnomo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Dalam pamitan ini juga menjadi ajang curhat para atlet. Salah satunya meminta pemenuhan fasilitas bagi atlit untuk berlatih. Bahkan untuk salah satu cabang olahraga, tenis, para atlitnya harus berlatih di Bantul.
“Keluhan-keluhan ini kami tampung. Apalagi NPC baru mengalami masa transisi setelah pisah dari KONI. Ke depan, tahun 2017, akan kita kelola secara serius melalui Dinas Pemuda dan Olahraga,” kata Sri Purnomo.
Dia berharap para atlet focus untuk pertandingan ke depan. Tentang pemenuhan fasilitas, dia berjanji akan menggodog secara serius. Apalagi dalam masa transisi selepas dari KONI perlu melakukan sinergitas secara menyeluruh.

Tentang bonus bagi atlet berprestasi, Sri Purnomo menjelaskan wewenang provinsi. Tentu pemberian bonus ini juga harus diselaraskan dengan atlet PON. Yakni atlet-atlet yang menyumbangkan medali mendapat bonus. “Harapannya perlakuannya sama dengan atlet di PON Jawa Barat kemarin. Mereka juga wakil dari Jogjakarta yang wajib kita dukung. Untuk memotivasi agar semakin bersemangat dalam berkompetisi,” jelasnya.

Ketua NPC Sleman Muhammad Samsudin mengungkapkan ada target medali emas. Untuk Jogjakarta menargetkan 20 Medali Emas, sementara Sleman 6 Medali Emas.

Target medali ini mengandalkan cabang olahraga bulutangkis dan panahan. Kedua cabor ini menurutnya menjadi langganan medali emas. Untuk persiapan, para atlet telah berlatih sejak April lalu.

“Kendala untuk persiapan Peparnas tidak begitu besar. Hanya saja untuk kelengkapan panahan baru datang. Sehingga perlu penyesuaian untuk berlatih di cabor ini. Tapi kita optimistis bisa meraih medali dalam cabang ini,” katanya.

Tentang adanya anggaran pembinaan, Samsudin menyambut positif. Saat ini NPC Sleman tengah mengajukan anggaran. Anggaran ini menurut sepengetahuan Samsudin akan dianggarkan dalam APBD Sleman. “Menurut info sekitar Rp. 135 juta untuk satu tahun. Berharap dari tahun ke tahun meningkat untuk pembinaan atlet. Selama ini kami masih swadaya untuk berlatih dan lain-lainnya,” ujarnya. (dwi/din/ong)