SLEMAN – Jajaran kepolisian daerah (Polda) DIJ berjanji menuntaskan kasus penusukan yang terjadi di Jalan Ringroad Barat, Salakan, Kronggahan, Sleman pada Jumat malam (30/9). Polda mengklaim sudah mengantongi identitas pelaku yang kini masih buron.

“Satu masih kabur namun identitasnya sudah kami dapatkan. Sabar saja, pasti kami tangkap,” janji Kapolda DIJ Brigjen Prasta Wahyu Hidayat di Mako Polda DIJ, kemarin (3/10).

Kapolda menampik kejadian penusukan dan main hakim sendiri yang menewaskan tiga orang akibat kelalaian kepolisian. Menurutnya, kejadian tersebut sangat cepat sehingga sulit diantisipasi. “Perkelahian itu sekonyong-konyong terjadi. Padahal kami sudah bergerak cepat begitu ada laporan. Anggota kami masih sempat membawa korban ke rumah sakit,” jelas jenderal dengan satu bintang di pundak ini.

Polda DIJ mengklaim telah melakukan pengamanan maksimal guna mencegah tindak kekerasan yang terjadi di masyarakat. Namun, hal itu menjadi tidak berarti tanpa adanya peran serta masyarakat dalam menjaga kondusifitas lingkungan.

Polda DIJ bahkan menelurkan program Tekab untuk mengantisipasi kekerasan di masyarakat. Melalui sistem patroli, harapannya aktivitas pelajar di malam hari bisa terpantau.

Hanya, sambungnya, menjaga anak dari kekerasan bukan menjadi tanggung jawab kepolisian semata. Keluarga merupakan benteng utama, karena lebih mengetahui aktivitas anak-anak di rumah dan di lingkungan masyarakat.

“Orang tua masih belum mendengar imbauan saya untuk menjaga anak-anak mereka,” jelas Prasta.

Sementara itu, terkait dengan aksi main hakim sendiri, dia menyebut hal itu merupakan ungkapan kekecewaan masyarakat terhadap pelaku kejahatan. Dia menyesalkan keberadaan masyarakat yang masih sering melakukan tindakan main hakim sendiri. “Itu tidak dibenarkan,” jelasnya.

Kapolsek Gamping Kompol Heli Wijyanto menyebut jajarannya telah disebar ke berbagai lokasi yang dicurigai menjadi tempat pelarian pelaku. “Doakan saja semoga cepat tertangkap,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Seperti diberitakan sebelum kekerasan di Dusun Salakan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Salah satu korban Adnan Hafid, 20, meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka tusuk yang terjadi di dada bagian atas yang dilakukan oleh pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran. Sedangkan dua korban lainnya Dimas dan Ridwan yang merupakan rekan palaku harus meregang nyawa akibat amukan warga. Mereka menghembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan di RS Akademik UGM. (bhn/ila/ong)