Siapkan Spanduk dan Maskot Baru

PADA 1976 basket SMPN 3 Jogja disegani. Semoga tahun ini kejayaan itu bisa kembali. Demikian harapan Wakil Kepala SMPN 3 Jogja Bidang Kesiswaan Tujiono.

Keinginan tersebut diungkapkan Tujiono di depan murid-muridnya, kemarin. Bersamaan dengan digelarnya roadshow Junio JRBL 2016 Jogja Series, Senin (3/10) kemarin.

Digelar mulai pukul 12.00, seluruh siswa memenuhi lapangan basket. Mereka melihat tim basket putranya menjalani laga pemanasan versus crew JRBL Jogja.

“Kalo dari suporter kami sudah siap 80 persen. Tinggal finishing beberapa yel-yel aja,” kata Atha Sulthan, koordinator suporter.

Kali kedua mengikuti JRBL, Sultan enggak mau cuma terjadi peningkatan di tim basket, dance dan jurnalisnya. Tapi kubu suporter juga harus berinovasi.

‘’Kami enggak hanya siapin spanduk baru, tapi juga maskot. Tahun ini ada maskot biar suporterannya lebih berwarna,” kata Atha.

Di kubu tim basket, mereka lagi konsen membenahi defense. Kalo menurut kapten tim, Fransiscus Harri, kewajiban menggunakan defense man to man membuat timnya harus beradaptasi.

“Soalnya ada beberapa orang yang kadang masih blank. Mereka cuma fokus di bola, tanpa memperhatikan pergerakan lawan,” kata Fransiscus.

Kalo dari segi offense, SMPN 3 akan mengoptimalkan pergerakan center. Mereka bertumpu penuh pada tinggi badan.

“Nanti lawan kami Al-Azhar, sepertinya mereka juga punya size tinggi. Ya nanti pasti seru pertandingannya karena adu kuat di posisi big man,” kata Fransiscus.

Dia terus membantu Atha Sulthan untuk mengimbau warga SMPN 3 Jogja aktif dan kompak suporteran. “Kami berharap SMPN 3 makin solid. Apapun itu, yang utama adalah solidaritas,” kata Sulthan.

Kalo sudah punya prinsip yang sama satu sekolah pasti bakal kompak. ‘’Tim basket juga makin bersemangat,” kata Sulthan.

Junio JRBL 2016 Jogja Series tinggal lima hari lagi. Sabtu (8/31) Opening Party digelar di GOR UNY. Rapatkan barisan dan jangan sampai ketinggalan. (ata/iwa/ong)