JOGJA- Atlet-atlet National Paralimpic Committee (NPC) DIJ terus mematangkan diri jelang berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 yang akan dimulai 15 Oktober mendatang. Persiapan matang ini guna menggapai target 22 medali emas di ajang empat tahunan itu.

Target 22 medali emas ini jauh lebih besar dibandingkan penyelenggaraan Peparnas XIV- 2012 di Pekanbaru Riau. Kala itu, kontingen NPC DIJ merebut 10 medali emas, 11 perak, dan 16 perunggu. “Kami optimistis target ini bisa terealisasi,” kata Ketua NPC DIJ Hariyanto.

Kontingen Peparnas DIJ akan menyertakan 100 atlet. Mereka terbagi dalam empat klasifikasi disablitas. Yakni tunda daksa 61 atlet, tuna rungu wicara 15, tuna grahita 4, dan tuna netra 20 atlet. Dalam Perparnas 2016 ini, DIJ akan mengikuti 10 cabang olahraga dari 13 cabang yang dipertandingkan. Mereka akan didampingi sekitar 50 ofisial ang terdiri dari pelatih, asisten pelatih dan penamping cabor serta pendamping kontingen.

Cabang-cabang olahraga yang diikuti adalah angkat berat 3 atlet, atletik 18, bulutangkis 9, catur 5. Sedangkan goalball putra dan putri 10, panahan 13, renang 3, tenis meja 14, tenis lapangan 7, serta voli duduk putra dan putri 18 atlet. “Cabor yang tidak kami ikuti adalah judo tuna netra, sepak bola bagi celebral palsy, dan ten bowling,” tambah Hariyanto.

Nah, guna merealisasikan target itu masing-masing cabor terus mematangkan persiapan. Dari cabor catur misalnya. Mereka melakukan tryout dan uji coba dengan tim Kota Jogja di Rotowijayan Chess Club. Atlet-atlet yang akan dikirimkan adalah Ardi Nugroho dan Gayuh Satrio catur cepat, standar beregu, dan perorangan (tuna netra). Djumadin dan M Nasir (tuna daksa) untuk catur cepat, standar beregu, perorangan, serta Sudari (tuna rungu wicara). “Kami optimistis bisa meraih target dua medali emas,” kata pelatih tim catur DIJ Suranto.

Asa tinggi juga diusung tim bulutangkis. Tahun ini mereka menargetkan dua medali emas, dua perak, dan dua pernggu. Atlet-atlet yang disiapkan adalah Imam K dan Arya S (tuna daksa), Aditya, Wahyu, Rifki dan Suryanto (tuna rungu wicara), serta Yulianto, Sumardi, Sudarti, dan Suminah untuk nomor kursi roda. Pada Peparnas 2012 lalu, bulutangkis menyumbangkan satu emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Pelatih angkat berat DIJ Atok Suhartanto menjelaskan, tiga atlet disipakan secara intensif untuk Peparnas tahun ini. Mereka disiapkan dengan latihan khusus di Lembah Fitnes dan di Siyono Kulon Gunungkidul. Selain itu juga di sejumlah lokasi lain. Angkat berat menyiapkan tiga atlet, yakni Untung Subagyo, Faris Fadli Domily, dan Supriyadi. Untung Subagyo pada Peparnas lalu merebut medali emas . “Tahun ini kami hanya menargetkan tiga medali perunggu. Mudah-mudahan terlampauai,” kata Atok.(din/ong)