SLEMAN – Dua insiden yang terjadi saat PSS menjamu Persepam Madura Utama, Sabtu (1/10) mendapat perhatian PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Mereka mengirimkan surat disiplin bernomor 165/GTS-DISIPLIN/X/2016 yang ditandatangi Direktur Joko Driyono kepada manajemen PSS Sleman
Dalam surat tersebut PT GTS meminta klarifikasi keributan antara bek PSS Eko Pujianto dengan pemain depan Persepam, Reza Mustofa. Kedua pemain terlibat aksi saling pukul yang berujung kartu merah bagi keduanya. Kemudian yang kedua adalah ulah suporter PSS yang melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan.

Pelemparan itu terjadi di tribun barat dan timur atau di belakang bench Persepam. “Sudah kami kirimkan melalui email. Selanjutnya pengiriman klarifikasi kami tunggu sampai tanggal 9 Oktober pukul 12.00 WIB,” kata Joko Driyono.

Sebagai operator kompetisi, PT GTS tidak ingin serta merta langsung menjatuhkan hukuman. Namun meminta klarifikasi dari PSS yang akan menjadi pertimbangan apakah akan menjatuhkan sanksi atau tidak.

Ketua Panpel PSS Ediyanto mengatakan telah membaca surat dari PT GTS tersebut. Ia belum mau berandai-andai terlalu jauh soal kemungkinan sanksi atau denda dari PT GTS untuk PSS. Manajemen PSS juga belum mau buka suara terkait surat tersebut. “Belum ada gambaran, tapi kalau melihat dua kejadian kemarin, kemungkinan besar bisa kena,” katanya kemarin (3/10).

Keributan pecah di menit ke 70. Insiden bermula saat Reza dan Eko saling berbenturan di tengah lapangan. Reza yang terpancing emosi melancarkan pukulan pada Eko Pujianto. Kejadian di pinggir lapangan itu memancing keributan suporter Sleman di tribun barat.

Penonton kemudian melemparkan botol ke dalam lapangan dan benc tim tamu. Keributan juga berlanjut saat laga berakhir di pojok tribun bagian tenggara stadion.

Polisi kemudian melepaskan tembakan gas air mata ke arah penonton. Mereka berhamburan dan puluhan lainnya pingsan. Banyak di antara yang perlu mendapat perawatan didominasi penonton perempuan. (riz/din/ong)