SLEMAN – Gama FC sukses menekuk FC UNY 2-0 dalam laga semifinal leg kedua Liga Nusantara DIJ di Lapangan Pancasila UGM, kemarin (3/10). Dua gol GAMA masing-masing dicetak oleh Bondan Gunawan (40) dan Irvan Ibrahim (79) dari titik putih. Dengan hasil ini GAMA unggul agregat 4-3 dan mengantarkan Gama melaju ke babak final untuk menghadapi FC UAD.

Pelatih GAMA Ichsan Fajar Pranoto mengatakan, keberhasilan timnya lolos ke final harus disyukuri. Sebab di leg pertama semifinal sempat tertinggal 2-3 di kandang UNY. Di sisi lain, meskipun melaju ke final dia menyoroti emosi anak asuhnya yang sempat terpancing. Ia berharap di laga final bisa ditekan. “Sehingga saat defense tidak melakukan pelanggaran yang merugikan,” katanya usai laga.

Mengenai jalannya pertandingan, setelah unggul 1-0, timnya diakui memang sedikit mengendurkan serangan. Sayangnya hal itu justru dimanfaatkan UNY untuk menekan. “Untuk kembali menguasai lini tengah kami lakukan perubahan memasukan pemain berpengalaman,” tambahnya.

Mengenai calon lawan di partai final, menurutnya UAD adalah tim yang cukup siap di final. UAD menurut Ichsan, bermaterikan pemain muda potensial. Sehingga laga penentuan juara nanti akan sangat menarik disaksikan.

Sementara itu pelatih UNY Guntur Cahyo Utomo mengatakan, jika menilik pada hasil pihaknya mengaku kecewa. Sebab di leg pertama timnya sempat unggul. Namun di leg kedua kecolongan dua gol yang memupuskan mimpi ke final. “Banyak hal yang perlu dievaluasi. Namun dengan materi pemain muda rata-rata usia 18-19 tahun, dan dalam rangka pembinaan, kami cukup puas,” ujarnya.

Dalam Liga Nusantara kali ini, UNY termasuk tim debutan. Dan perjalanan sampai babak semifinal menurutnya hal yang positif. Proyeksinya, timnya akan matang dan siap berkompetisi di tahun berikutnya. “Kami juga baru menemukan skema dan ritme permainan di pertengahan kedua. Namun sudah terlambat, karena mereka dengan cerdik menutup semua celah,” lanjutnya. (riz/din/ong)