SLEMAN – Akibat kurang hati-hati saat menuang bahan bakar minyak (BBM) eceran, dua rumah toko (ruko) di Jalan Gurameh Raya Selatan, Minomartani, Ngaglik, Sleman ludes terbakar kemarin (3/10).

Banyaknya barang mudah terbakar menyebabkan api cepat merambat dan membesar. Dua ruko yang sehari-hari digunakan sebagai warung sate Padang dan bengkel sepeda motor itupun kini tinggal bersisa puing. Kendati tak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Ilham Fery, 27, saksi mata mengungkapkan, api berasal dari ruko bengkel. Itu bermula ketika pemilik bengkel, Sedih Widodo menuangkan bensin dari jeriken ke botol. Bersamaan dengan itu, disampingnya sekitar satu meter, Sapto, adik Sedih sedang menambal ban sepeda motor.

“Botol yang sedang diisi bensin itu tersenggol dan percikannya tersambar api dari penambal ban. Kobaran api langsung membesar. Karena disampingnya penuh botol bensin dan barang mudah terbakar lainnya,” jelasnya. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30.

Delapan sepeda motor yang kebetulan parkir di ruko tersebut ikut terbakar. Dengan cepat kobaran api melalap warung sate Padang di samping bengkel.

Sementara ruko penjahit yang bersebelahan dengan kedua ruko ini masih sempat diselamatkan. Petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian sekitar satu jam setelah api melalap isi ruko. “Semua bisa menyelamatkan diri. Kalau kerugian materiil belum tahu. Kami hanya sempat menyelamatkan beberapa barang,” ungkap Ratinah, istri Widodo.

Sebelum petugas pemadam kebakaran datang, warga bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya. “Api bisa dipadamkan sekitar pukul 14.30 setelah tim damkar datang,” kata Anton, 68, salah seorang warga. Kobaran api benar-benar padam setelah tiga mobil damkar menyentorkan air ke arah sumber api.

Kapolres Ngaglik Kompol Riyanto mengatakan masih menyelidiki kasus tersebut. Dari penyelidikan sementara, dia menaksir keruguan yang dialami para korban mencapai Rp 250 juta. “Itu termasuk delapan sepeda motor yang terparkir di depan ruko,” jelasnya. (dwi/yog/ong)