SLEMAN – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono menyerahkan penanganan pelajar yang terjaring tim khusus antibandit (Tekab) Polda DIJ kepada kepolisian. Ini terkait pembinaan pelajar. Khususnya bagi pelajar yang hobi keluyuran malam hari.

Menurutnya, penanganan kenakalan remaja harus secara lintas sektoral. Dalam hal ini Disdikpora menangani ranah pendidikannya. Sementara untuk sektor lainnya perlu sinergitas antarinstansi, disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Kalau ranahnya sudah mengganggau kamtibnas memang harus ditindak tegas,”ujarnya kemarin (3/10).

Sebagaimana diketahui, Tekab dibentuk karena banyaknya keluhan warga tentang aksi klithih remaja nongkrong, yang cenderung bertindak negatif. Bahkan, tak jarang berujung aksi kriminal.

Arif menegaskan, idealnya malam hari merupakan waktu berkumpul dengan keluarga. Selain itu, bisa diisi dengan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Setidaknya, ada batasan jam malam kunjungan ke rumah orang lain. “Logikanya kenapa keluar sampai malam hari, bahkan menjelang larut malam. Ini harus dibatasi agar tidak terjerumus pada tindakan kriminal,” kata Arif.

“Di sisi lain mengantisipasi jangan sampai pelajar menjadi korban dari kekerasan itu sendiri,” lanjutnya.

Dikatakan, pembentukan karakter anak dipengaruhi oleh lingkungan. Jika porsi lingkungan konotasi negatif lebih besar tentu berdampak buruk bagi pelajar. Ini terkait terpaan dan proses imitasi dalam psikologi anak. Sebab, usia anak hingga remaja paling mudah meniru lingkungan. Materi lingkungan yang buruk akan merasuki pola pikir anak. Selain itu keterbiasaan berkumpul dalam lingkungan negatif bisa menimbulkan kecanduan.

“Anak jadi takut ketika tidak bergaul dengan kelompok tertentu. Disini perlu peran aktif keluarga, lingkungan dan sekolah. Untuk menggerus angka kriminalitas oleh pelajar perlu tindakan bersama,” paparnya.

Guna antisipasi kenakalan remaja, Disdikpora gencar melakukan razia jam sekolah. Dengan melibatkan tim kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).(dwi/yog/ong)