SLEMAN – Pemohon tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) di Sleman kini tidak perlu menunggu lama. Pelat nomor, begitu biasa disebut, bisa langsung diambil setelah urusan administrasi surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) selesai. Dengan mencetak pelat nomor sendiri, layanan di Samsat Sleman menjadi lebih cepat. Selain itu, tumpukan pelat nomor tak lagi memenuhi gudang samsat.

Bintara Urusan STNK Samsat Sleman Aiptu Titik Sulistyowati mengungkapkan, kebijakan cetak langsung pelat nomor berlaku sejak kemarin (3/10). Itu menyusul ketersediaan bahan baku dan alat pencetak. Samsat tak lagi menyerahkan urusan pencetakan pelat nomor kendaraan melalui lelang oleh pihak ketiga.

“Jadi untuk warga yang mengurus TNKB harian langsung saja menuju bagian pengambilan pelat pada hari yang sama,” jelas Titik.

Pelayanan perdana kebijakan tersebut ditanggapi positif masyarakat. Tak kurang 379 TNKB roda dua maupun empat tercetak.

Rata-rata pemohon pelat nomor baru adalah warga pembayar pajak kendaraan lima tahunan.

Menurut Titik, sebelum muncul kebijakan baru yang berlaku di seluruh samsat se-Indonesia, pencetakan pelat nomor kendaraan sering terlambat. Itu lantaran ada masalah pada proses tender.

Titik mengungkapkan, saat ini ada ribuan pelat nomor di percetakan samsat yang mengalami keterlambatan pengerjaan.

Nah, demi mempermudah pemilik kendaraan mengecek TNKB, Samsat Sleman membuka informasi melalui media sosial. Salah satunya, facebook TNKB Polres Sleman. Melalui media sosial ini warga dapat langsung bertanya tentang kejelasan TNKB yang dimiliki.

Bisa juga melalui twitter @tnkbsleman, atau melalui aplikasi whatsapp dengan nomor 082341339018 dan BBM di DOF4E649. “Langsung akan kami respons saat warga membutuhkan informasi tentang TNKB masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut Titik menjelaskan, dalam pelaksanaan kebijakan baru ini samsat melibatkan bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas) se-Sleman. Babinkamtibmas bertugas mendata pemilik TNKB. Lalu melaporkan jumlah wajib pajak yang belum mengambil TNKB. Babinkamtibmas juga membantu proses distribusi TNKB kepada pemilik. Begitu juga anggota samsat. Setiap hari seorang petugas samsat wajib membawa minimal dua TNKB untuk diantar langsung ke rumah pemilik. (dwi/yog/ong)