BANTUL – Petani di wilayah selatan Kabupaten Bantul kembali merugi. Mereka gagal panen. Lahan persawahan tergenang air sisa hujan. Banjir melanda setidaknya di enam wilayah. Yakni, Imogiri, Pundong, Bambanglipuro, Kretek, Sanden, dan Srandakan.

Kawasan tersebut memang selalu menjadi langganan banjir tahunan. Ironisnya, hingga sekarang pemkab belum memiliki program asuransi mandiri untuk mengkaver kerugian yang dialami para petani. “Seharusnya ada asuransi. Ini penting bagi kami agar tak selalu merugi tiap tahun,” ungkap Rukiyo, salah seorang petani bawang merah di Seyegan, Srihardono, Pundong kemarin (3/10).

Pada akhir 2015, misalnya, Rukiyo merugi hingga belasan juta rupiah. Tanaman bawang merah seluas 2.500 meter persegi miliknya kebanjiran. Pil pahit serupa sepertinya bakal kembali terulang pada tahun ini. Tanaman bawang merah miliknya yang belum berbuah terendam air. “Kemarin kebanjiran lagi,” keluhnya. Dia memperkirakan sedikitnya 20 hektare lahan bawang merah di Seyegan yang terancam gagal panen “Kalau memang ada asuransi dari pemerintah, kami siap membayar preminya. Agar kerugian tak terlalu besar,” lanjut Rukiyo.

Selain bawang merah, petani tembakau di Selopamioro terpaksa memanen dini daun bahan rokok tersebut. Puluhan hektare lahan tembakau di kawasan ini juga terendam banjir.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Pulung Haryadi membantah pemkab belum mempersiapkan program asuransi pertanian. Walaupun program ini digulirkan Dispertahut dengan menggandeng pihak ketiga.

“Preminya dibayar petani. Karena anggaran pemkab tidak mencukupi,” ungkapnya.

Bahkan, Dispertahut telah menyosialisasikan program ini kepada sebagian kelompok petani (klomtan). Menurut Pulung, ada 818 klomtan di Bantul. Tetapi yang telah memeroleh sosialisasi baru 79 klomtan. “Sampai sekarang belum ada yang mendaftar,” bebernya.

Bagi klomtan yang berminat program asuransi pertanian, Pulung menyarankan agar mendaftar di Bidang Sarana dan Prasarana Dispertahut. “Dengan syarat luas lahan yang didaftarkan minimal 20 hektare,” tambahnya.(zam/ong)