JOGJA – Kekalahan yang diderita PSIM Jogja saat bertandang ke Sumenep tidak akan terlalu disesali. Setelah kembali ke Jogja, Laskar Mataram langsung fokus pada lawatan menghadapi Persiraja Banda Aceh pekan depan. Salah satunya dengan mengantisipasi jika pertandingan digelar malam hari.

Sekretaris PSIM Jarot Kastowo mengatakan, dari informasi yang ia diterima, rencananya laga Persiraja versus PSIM akan digelar malam hari. Oleh karena itu sebagai langkah adaptasi, tim akan mencoba berlatih di malam hari.

“Akan kami persiapkan latihan malam di Stadion Sultan Agung Bantul. Ini agar pemain tidak kaget kalau nanti mainnya digelar malam hari,” kata Jarot kepada wartawan kemarin (2/10).

Ia berharap pada lawatan keduanya tim dapat memperoleh hasil maksimal. Sebab pada laga perdana 16 besar, Sunni Hizbullah dkk dikalahkan Perssu 1-0. Direncanakan, PSIM akan berangkat ke Aceh Kamis (6/10). Sebab pertandingan menghadapi tuan rumah digelar akhir pekan nanti (8/10).

“Dari Madura kami langsung pulang ke Jogja, tidak langsung ke Aceh. Kasihan pemain terlalu lelah, memanfaatkan waktu dua hari di Jogja,” ungkapnya.

Mengenai dua kali jadwal away yang mepet dan jarak yang jauh, pihaknya sempat akan mengajukan keberatan ke PT GTS selaku operator kompetisi. Namun urung dilakukan, sebab menurutnya tim lain juga mengalami hal serupa.

Sementara itu pelatih PSIM Erwan Hendarwanto mengatakan, selama persiapan sebelum menghadapi Persiraja akan digunakan untuk evaluasi pertandingan melawan Perssu kemarin. Tim perlu lebih fokus pada pertandingan terutama di menit-menit krusial. Gol Perssu lahir saat pertandingan baru berusia 11 menit lewat M. Solehudin.

“Anak-anak memang kurang fokus sehingga kebobolan lebih dulu. Namun secara permainan, sebenarnya sudah cukup baik dan disiplin,” tambahnya. Tim juga akan lebih siap jika rekrutan Engkus Kuswaha segera didaftarkan dan dapat diturunkan. (riz/laz/ong)