BANTUL – Internal relawan pemenangan pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Harsono-Halim) kembali bergejolak. Relawan yang bernaung dalam Koordinator Kecamatan (Korcam) ini kecewa. Menyusul hasil audiensi para relawan dengan Bupati Bantul Suharsono beberapa waktu lalu.

“Pak bupati bilang Korcam hanya sampai pemenangan (pilkada),” jelas Ketua Tim Advokasi Korcam Yulius Wuriyoso di Condrowangsan, Potorono, Banguntapan, kemarin (2/10). Yang lebih menyakitkan, Suharsono melihat Korcam tak perlu terlibat terlalu jauh dalam proses pembangunan di Bantul.

Menurut Yulius, pernyataan ini berbanding terbalik dengan komitmen yang disampaikan bupati pada Pilkada 2015 lalu. Kala itu Suharsono berjanji bakal melibatkan para relawan membangun Bantul. “Proposal dari para relawan juga akan menjadi prioritas,” lanjutnya.

Pria yang juga ketua Korcam Pundong ini menengarai sikap bupati ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, sikap bupati dipengaruhi orang di sekitar bupati. Orang-orang ini disebut sering memberikan saran keliru kepada bupati terkait korcam.

“Ada dua orang yang nggak ingin Korcam dekat dengan bupati,” bebernya, tanpa menyebut siapa nama dua orang ini.

Yang pasti, Yulius mengendus kedua orang ini sudah kelewat batas. Keduanya bahkan diindikasikan ikut campur dalam berbagai persoalan di lingkungan pemkab. Termasuk ikut mengatur proyek dan posisi jabatan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkab.

“Ini masih sebatas informasi. Kalau terbukti, siap kami tindaklanjuti,” tegasnya. Parahnya lagi, lanjut Yulius, posisi kedua orang ini di pemkab tidak jelas. Bukan sekretaris pribadi maupun ajudan bupati. Juga bukan dari unsur relawan pemenangan. Karena itu ia meminta bupati menyingkirkan kedua orang ini. “Supaya tidak mencampuri urusan-urusan urgen,” ketusnya.

Senada disampaikan Koordinator Relawan Arif Iskandar. Dia mengaku tidak mempermasalahkan siapa yang berada di ring satu bupati. Tetapi dengan syarat proporsional.

“Jangan sampai membelokkan bupati,” ungkapnya.

Arif mengingatkan para relawan mempunyai peran vital dalam pemenangan pasangan Harsono-Halim. Nah, usai mengantarkan Harsono-Halim sebagai pasangan bupati-wakil bupati, para relawan ingin ikut andil mengawal jalannya semangat perubahan. Sayangnya hingga delapan bulan pasca dilantiknya Harsono-Halim, porsi posisi para relawan masih belum jelas. “Kami hanya ingin mengembalikan posisi relawan,” tandasnya.

Bupati Suharsono mengaku telah berpesan kepada para relawan. Agar relawan yang membantu selama proses pilkada bersabar. “Kalau nggak sabar, ya monggo,” ucapnya.

Saat ini Suharsono masih fokus untuk penataan satuan kerja perangkat daerah. Menyusul adanya sturktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru. “Saya sendiri juga belum mengumpulkan pengurus partai,” tutur pria yang juga ketua DPC Partai Gerindra Bantul ini.

Terkait orang di dekatnya, Suharsono bisa menangkap sindiran para relawan. Kendati begitu ia memastikan dirinya bukan orang yang mudah dipengaruhi. “Toh yang satu juga jarang ketemu saya,” tambah Suharsono tanpa menyebut salah satu orang di sekitarnya. (zam/laz/ong)