SLEMAN – Berbagai cara dilakukan untuk mendekatkan diri ke warga. Salah satunya dengan menggelar lomba kreasi logo. Hal ini dilakukan pemerintahan Desa Condoncatur, Depok, Sleman, untuk menjaring logo HUT ke 70 Kelurahan Condongcatur.

Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengungkapkan, potensi kreatif Condongcatur sangat besar. Termasuk insan-insan kreatif yang bergelut dalam dunia digital. Logo ini juga untuk menggambarkan kemajuan Condongcatur saat ini.

“Sabtu malam kami melakukan peluncuran logo HUT ke 70 Condongcatur. Peminatnya cukup besar bahkan hingga dari kecamatan lain. Nantinya logo ini akan menjadi lambang Condongcatur Art Festival Desember mendatang,” ujarnya (1/10).

Untuk menjaring peserta, Reno dan timnya berpromosi melalui media sosial. Alasan penggunaan medsos karena jangkauan yang luas. Selain itu hampir seluruh warga Condongcatur saat ini sudah melek teknologi.

Warga juga dilibatkan untuk memilih langsung logo yang terkumpul. Dari penjaringan awal terkumpul 20 grapic desain dengan karya masing-masing. Setiap warga berhak memberikan suara melalui medsos untuk logo yang dipilih.

“Penilaian dilakukan secara terbuka dengan melibatkan langsung warga. Selain warga, logo yang terpilih juga hasil kurasi beberapa akademisi dan praktisi di bidangnya,” katanya.

Konsep dari logo yang terpilih, menurut Reno, mampu menggambarkan wajah Condongcatur yang mencakup 18 padukuhan. Memiliki 48 ribu jiwa penduduk yang terbagi dalam 207 Rukun Tetangga dan 64 Rukun Warga.

Reno mengutarakan di era digital saat ini, warga dituntut untuk maju. Jika dahulu informasi melalui getok tular saat ini merambah dalam komunikasi digital. Informasi yang disampaikan juga akurat karena bisa disertai dengan foto.

“Pemerintah dibangun atas asas milik bersama, sehingga harus bergerak bersama. Akan membangun Condongcatur atas perwujudan dari usulan masyarakat semua. Menggunakan semua media untuk berkomunikasi secara positif dengan warga,” katanya. (dwi/laz/ong)