MUNGKID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyatakan status tanggap darurat untuk kabupaten ini. Pernyataan itu menyikapi bencana tanah longsor yang menerjang kawasan kaki perbukitan Menoreh di Desa Sidosari, Salaman.

“Masa tanggap darurat berlangsung selama tujuh hari,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Supranowo kemarin.

Dikatakan, masa dalam penanganan tanah longsor ini selama tujuh hari, sejak 28 September hingga 3 Oktober hari ini. Bencana longsor menerjang tiga rumah warga, sementara dua rumah lainnya rata dengan tanah.

Data terakhir, jumlah pengungsi ada 26 jiwa dari enam kepala keluarga (KK). “Masa tanggap darurat untuk sementara tidak kami perpanjang,” jelasnya.

Ia menyampaikan, relawan dan warga sekitar sudah melakukan kerja bakti. Mereka membersihkan puing-puing rumah dan mencari harta benda korban yang tertimbun. Selain itu, mereka juga memasang pipa saluran air bersih. “Alat berat (backhoe) juga beroperasi membersikan puing-puing rumah dan meratakan tanah,” tandasnya.

Supranowo mengatakan, selama proses penanganan tanah longsor itu, petugas menemukan toples yang berisi beberapa barang. Di antaranya uang tunai Rp 1 juta, kalung emas 18 gram, dua cincin emas satu gram, dan satu anting.

Selain itu, warga dan relawan sudah selesai memasang pipa saluran air. “Sabtu saluran air bersih sudah mengalir,” tambahnya
Sementara itu, Kades Sidosari Makmun Triyono mengatakan setelah barang berharga milik korban ditemukan, rencananya akan membangunkan rumah untuk para korban. Lokasi lama tidak akan ditempati lagi, karena lahan di sekitarnya masih rawan longsor.

Salah seorang korban, Fadhoil, akan mendirikan rumah baru di lahan miliknya yang ada di tepi jalan desa. “Tak jauh dari rumah yang lama,” katanya.

Untuk korban tanah longsor lainnya, Mat Yasin, akan mendirikan rumah di lahan milik saudaranya. Menurut rencana akan tukar guling dengan lahan yang terkena tanah longsor. “‘Ini karena lahan lama masih rawan. Kalau hujan tanahnya masih bergerak,” jelasnya. (ady/laz)