MUNGKID – Jamaah haji kloter awal tiba di Kabupaten Magelang. Kedatangan Kloter 33 disambut Bupati Zaenal Arifin beseta jajaran Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) di Pendopo Kabupaten Magelang.

Kedatangan Kloter 33 mengalami keterlambatan dari jadwal semula yang diperkirakan tiba Bandara Adisumarmo pukul 23.30. Namun menjadi pukul 24.30 sehingga jamaah haji tiba di Kabupaten Magelang tepat saat berkumandang adzan subuh Sabtu (1/10) .

“Semoga sepulangnya menunaikan haji di tanah suci, keimanan dan keislamanya akan semakin bertambah. Serta menjadi haji yang mabrur,” kata Bupati Zaenal Arifin.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang Ahmad Rosyidi menjelaskan, Kloter 33 merupakan kloter pertama Kabupaten Magelang. Mereka terdiri atas 355 jamaah haji. Akan tetapi satu orang jamaah asal Salaman atas nama Jamil, 78, meninggal dunia di tanah suci pada Selasa (27/9).

“Kami menerima informasi itu langsung kami kroscek dengan ketua kloternya. Selanjutnya kabar duka ini kami sampaikan kepada keluarganya,” jelasnya.

Menurutnya, yang menjadi hak jamaah haji jika meninggal yaitu klaim asuransi. Pada tahun lalu besarnya klaim asuransi utuh seperti biaya haji. Namun untuk tahun ini klaim asuransi bagi jamaah haji yang meninggal dunia di tanah suci besarnya Rp 15 juta.

Jamaah haji dari Kabupaten Magelang akan terus mulai berdatangan setelah ini. Namun rombongan dari Magelang yang pulang tidak semuanya utuh. Dua jamaah diketahui meninggal dunia di Arab Saudi karena mengalami sakit.

Dari Kloter 58 seorang yang meninggal dunia Muhsis, 73, warga Bleder, Ngasinan, Grabag. Sementara dari Kloter 33 yang meninggal dunia Jamil B warga Sojomerto, Kecamatan Salaman. Kabar dua jamaah yang meninggal dunia ini sudah disampaikan ke pihak keluarga. (ady/laz/ong)