GUNUNGKIDUL – Keinginan Pemkab Gunungkidul menambah jumlah pegawai belum direspons pemerintah pusat. Artinya, jika muncul isu rekrutmen calon pegawai negeri sipil (PNS), masyarakat diimbau agar tidak percaya.

“Sebab kalau percaya hal tersebut dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gunungkidul Sigit Purwanto kemarin.

Dijelaskan, sampai kemarin pengajuan tambahan pegawai belum direspons Kementerian Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pihaknya masih menunggu info resmi dari pusat.

“Kami mengajukan sebanyak 576 formasi namun belum direspons. Nanti jika ada lowongan, pasti akan kami umumkan secara terbuka,” ujar Sigit.

Dia meminta masyarakat waspada terkait informasi adanya lowongan CPNS. Kabar tersebut bisa menjadi modus orang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Sekretaris BKD Gunungkidul Miksan mengakui, pernah mendapatkan tembusan dari Kemenpan-RB tentang pengangkatan PNS. Hanya saja, surat tersebut masih ditandatangani menteri lama Yuddy Chrisnandi.

“Sekarang menterinya sudah ganti. Dan belum ada informasi lagi tentang CPNS,” ungkap Miksan.

Surat yang pernah diterima juga bukan untuk rekrutmen, melainkan pengangkatan beberapa orang pegawai yang sudah mengabdi lama. Disinggung mengenai pengajuan penambahan pegawai sebanyak 576 formasi, Miksan sanksi jumlah tersebut bisa dipenuhi semua.

“Kami berkaca pada pengalaman penyelenggaraan CPNS 2014. Pengajuan mencapai ratusan formasi, namun dalam pelaksanaan hanya mendapat jatah 32 formasi,” kata Miksan.

Salah seorang warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Maharsi Krisna Sanjaya menerima pesan berantai dari media sosial terkait lowongan CPNS. “Kami berharap kalau kabar itu benar bisa disampaikan pemerintah,” kata Maharsi. (gun/iwa/ong)