GUNUNGKIDUL – Kartu Indonesia Pintar (KIP) program dari pemerintahan Joko Widodo belum bisa dinikmati semua pelajar di Gunungkidul. Hingga saat ini masih ada ribuan yang belum memiliki kartu tersebut.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengatakan hingga kemarin tercatat ada ribuan pelajar yang belum mendapatkan bantuan biaya pendidikan tersebut. Fakta tersebut diperoleh dari hasil jaring aspirasi masyarakat.

“Data kami, dari 10.000 pelajar, baru 6.000 yang sudah mendapat KIP,” kata Suharno kemarin (2/9).

Sisanya diharapkan bisa mendapatkan hak yang semestinya. Diakui, penyisiran data miliknya berbeda dengan data milik pemerintah.

Oleh karena itu, untuk menghindari dobel jaminan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora). “Kami saling bersinergi, karena ini demi kepentingan pendidikan di Gunungkidul,” ujar Suharno.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DIJ Esty Wijayanti saat melakukan kunjungan kerja di Gunungkidul menghendaki program KIP tepat sasaran. Dengan begitu, dapat membantu peningkatan mutu pendidikan.

“Saya kira ini sangat penting, apalagi lama pendidikan di Gunungkidul masih tertinggal dari daerah lain seperti Kota Jogja dan Sleman,” kata Esty.

Menurut dia, besaran bantuan KIP yang diterima masing-masing pelajar berbeda. Karena nominalnya disesuaikan dengan tingkat pendidikan.

Misalnya, bagi siswa sekolah dasar, setiap anak mendapatkan bantuan sebesar Rp 450.000, siswa SMP sebesar Rp 750.000 dan siswa SMA dan sederajat mendapat bantuan Rp 1 juta per tahun.

“Jangan juga dilupakan, bahwa bantuan selain tepat sasaran juga dalam penyaluran tidak boleh diselewengkan. Karena program KIP diberikan untuk menunjang kebutuhan belajar,” kata Esty. (gun/iwa/ong)